DERO.NGAWIKAB.ID – Halal bi halal hampir menjadi kegiatan wajib masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, yang dilakukan pada bulan Syawal. Istilah itu sendiri merujuk pada kegiatan dimana masyarakat saling mengajukan maaf dan turut memberikan maaf. Bentuknya cenderung berbeda di setiap daerah. Ada warga yang singgah dari satu rumah ke rumah lainnya dan ada pula yang dikumpulkan di satu tempat, biasanya disebut open house.

Pengunjung Halal bihalal.

Bertolak dari sejarah, sebenarnya halal bi halal adalah bentuk kepentingan politik Soekarno untuk mencegah perpecahan bangsa. Seiring berjalannya waktu, halal bi halal telah menjadi budaya khas Indonesia. Kini, halal bi halal dilakukan oleh setiap elemen masyarakat tanpa mengenal strata sosial, suku, ras, dan agama.seperti halnya yang dilaksanakan oleh jamaah musholla Baitul Ghufron tepatnya di jl Sawo Dusun Dero Lor Desa Dero yaitu mengadakan kegiatan halal bihalal.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Acara yang diisi pengajian umum dengan mubaligh K.H Nuril Huda dari Beran Ngawi dan di iringi Hadrah Mahabathurossul dari Dero ini dihadiri tokoh agama, majelis taklim, ibu-ibu muslimatan desa Dero, aparatur Desa Dero, BPD Desa Dero dan masyarakat Desa Dero sekitar 450 pengunjung yang hadir.

Pemberian Santunan kepada anak yatim.

Ketua Panitia pelaksana halal bihalal Mustofa yang akrab dipanggil Topa dan merupakan takmir musholla ini dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak,semua Masyarakat desa Dero, Pemerintah Desa Dero yang memberikan bantuan dengan dasar keikhlasan sehingga acara halal bihalal ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses apalagi acara ini diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Sambutan Ketua Panitia, Mustopa atau Topa.

“Saya selaku ketua panitia meyakini bahwa terselenggaranya acara halal bihalal ini merupakan hasil kerja keras kita semua mulai dari pemuda, masyarakat, pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Dero terutama masyarakat lingkungan jl Sawo. Untuk itu tak lupa pula kami sampaikan beribu terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini”, urainya,,dan Topa menambahkan bahwasanya Kegiatan ini adalah merupakan sejarah didusun Dero Lor yaitu karena adanya halal bihalal yang pertama di jl sawo,”tambahnya.

Plt Kades Dero Drs Sukiman.

Sementara Plt Desa Dero Drs Sukiman atau yang akrab di panggil Mas Sukiman, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk selalu menyambung tali silaturahmi antar tetangga, antar warga dengan saling menghormati dan saling menghargai dan saling membantu agar tercipta masyarakat yang Guyub Rukun yang sesuai tema kegiatan yaitu MENJALIN SILAHTURAHMI MENUJU MASYARAKAT GUYUB RUKUN dan sesuai dengan moto Desa Dero yaitu DESA DERO GUYUB RUKUN.

Sementara itu, Mubaligh dalam halal bihalal K.H NURIL HUDA selain memberikan siraman-siraman rohani, beliau juga mengulas secara ringkas tentang asal usul dan sejarah halal bihalal.

Mubaligh K.H NURIL HUDA.

“Digagasnya halal bihalal ini bermula Ketika Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi gaduhnya politik indonesia, lalu kemudian KH Wahab Chasbullah yang juga tokoh penting dalam proses berdiri sampai berkembangnya NU (Nahdlatul Ulama) menyarankan Halal bihalal sebagai solusi untuk ajang saling silaturahim” urainya.

Disebutkan silaturahmi ini harus dijaga dan pelihara oleh masyarakat jl Sawo dan masyarakat Dero umumnya, sebab ini adalah perintah agama dan merupakan sunnah nabi, tutupnya

Mas Ariyadi dan Mas Arif Mumun dan BPD Desa Dero.

Perlu diketahui dalam acara ini juga turut hadir beberapa tokoh kehormatan Desa Dero diantaranya Kades Desa Dero yang saat ini dalam masa cuti dan Anggota dewan terpilih kabupaten Ngawi yaitu Arif Slamet Prasetyo atau yang akrab dipanggil Mas Arif Mumun.

MASYARAKAT DESA DERO KOMPAK.

DESA DERO GUYUB RUKUN.

DESA DERO LEBIH MAJU DAN LEBIH BAIK.

By : Wo Thekle