Hari ini tanggal 10 Juli 2019 bertempat di aula kantor Desa Dero diadakan rapat akhir panitia bersih desa yang dipimpin Kades Dero, dihadiri oleh BPD dan panitia serta dari berbagai pihak yang ada di Desa Dero serta tokoh masyarakat Desa Dero.

Kades Dero,” Ariyadi Memimpin Rapat.

Salah satu kearifan budaya lokal yang sudah berabad abad berkembang pada masyarakat Jawa adalah tradisi “Bersih Desa”.Ada pepatah dari para leluhur masyarakat Jawa yang sampai saat ini masih di pegang teguh oleh masyarakat Jawa bahwa “Wong Jowo Ojo ilang Jawane”orang Jawa jangan sampai kehilangan jati dirinya sebagai orang Jawa. Agaknya ungkapan tersebut melekat pula pada Mayarakat Desa Dero. Hal tersebut dapat kita lihat dari serangkaian acara ritual Bersih Desa atau Dusun yang dilaksanakan di Desa Dero.

Sebagai desa yang masih memegang teguh nilai nilai budaya leluhur Desa Dero sangat memperhatikan kearifan nilai budaya lokal.Seperti pelaksanaan Bersih Desa yang di laksanakan setiap bulan Dzulka’dah atau bulan Sela menurut penanggalan Jawa.Disamping sebagai upaya pelestarian nilai nilai budaya lokal juga sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Tuhan Yang MAHA Esa.

Ritual “bersih desa/ nyadran” di pandang sebagai upaya pelestarian alam dengan modal sosial budaya yang telah di wariskan secara turun temurun untuk mewujudkan paradigma “Memayu Hayuning Bawono”. Pada tahun ini suasana ritual bersih desa yang di adakan di Desa Dero tidak berbeda jauh dengan tahun tahun yang lalu.

Semarak bersih desa Desa Dero diawali hari Minggu tanggal 28 Juli 2019 yaitu kirim Do’a leluhur serta Sodakohan bersama masyarakat Desa Dero di empat makam,satu Sendang di wilayah desa dero dan malamnya diteruskan membaca surat Yasin dan tahlil serta kirim do’a untuk para leluhur leluhur secara bersama sama juga oleh semua Perangkat Desa,lembaga desa,tokoh agama,tokoh pemuda dan lapisan masyarakat di mushola Kantor desa dan dilanjutkan tirakatan di Sendang Beji.dan pada paginya hari Senin tanggal 29 Juli 2019 yaitu keduk Beji yang di iringi gamelan Jawa.dan setelah keduk Beji, malam harinya yaitu ada hiburan Tayuban di lapangan Desa Dero. Dan rangkaian acara bersih Desa Dero diakhiri dengan Pengajian Umum pada hari Selasa malam Rabu atau tanggal 30 mlm 31 juli 2019 , dengan Mubaligh kyai Taufiqurrohman saking purwodadi berempat juga di lapangan Desa Dero.

Para Panitia Dan perangkat Desa Dero.

Kegiatan ini disamping sebagai perwujudan dari rasa syukur juga sebagai upaya pengenalan budaya Desa Dero terhadap masyarakat luar. Karena ritual bersih desa bisa di jadikan sebagai tujuan destinasi wisata dalam bidang kebudayaan.Disamping itu kegiatan bersih desa ataupun bersih dusun yang di selenggarakan di Desa Dero sebagai upaya mewujudkan Desa Dero yang berbudaya.

Acara ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Desa Dero , para Donatur yang ada di Desa Dero, lapisan masyarakat serta berbagai pihak yang mendukung acara ini dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu. (Wo Thekle)

MASYARAKAT DERO LESTARIKAN BUDAYA BERSIH DESA.

MASYARAKAT DESA DERO GUYUB RUKUN.

PEMERINTAH DESA DERO MENDUKUNG.

DESA DERO LEBIH BAIK DAN LEBIH MAJU.