DERO.NGAWI.KAB.ID – Masyarakat desa memiliki keberagaman warna dan latar belakang masing-masing yang melekat pada setiap individu. Masyarakat yang memiliki identitas mereka sendiri-sendiri sebagai pribadi yang berbeda dengan yang lainnya. Dan keberagaman itulah yang memberi warna pada satu kesatuan masyarakat yang hidup berdampingan dalam satu wilayah yang disebut desa.

Hidup berdampingan dalam satu wilayah tempat tinggal dan memiliki kontak sosial antara satu dan yang lainnya. Membuat masyarakat tak lepas dari saling menyapa, bekerjasama, tolong menolong hingga terkadang memiliki rasa kesamaan dan sepenanggungan. Hingga memunculkan adat dan tradisi yang terbentuk dari kearifan lokal masyarakat menjadi sebuah kebiasaan yang turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang kita, dan sampai sekarang tetap terjaga eksistensinya.

Gotong Royong Menurunkan genteng dengan suka cita.

Seperti halnya di Desa Dero umumya dan sebagai contoh di Dusun Tegal Duwur tepatnya di RT 01 RW 01 pagi 03/07/2019 yaitu Warga masyarakat membatu atau sambatan membongkar rumah salah satu warga Pak Karni yang rumahnya akan di pindah di belakang dari rumah sebelumnya karena akan di benai, kayunya yang sudah rapuh dan juga genteng nya rusak di ganti dengan genteng yang baru.

Kekompakan warga masyarakat.

Gambaran seperti ini sering dijumpai khususnya di wilayah Desa Dero dan umumnya di wilayah pedesaan pedesaan lainnya di Indonesia. tradisi seperti ini harus dilestarikan dan dijaga dengan baik dikarenakan budaya peninggalan nenek moyang kita dan merupakan prinsip atau dasar untuk mencapai masyarakat yang Guyub Rukun.

Tokoh pemuda Tegal Duwur,”Kasiran.

Seperti di ungkapkan dua warga yang kami temui saat istirahat sebentar dalam sambatan dirumah pak Karni ini yaitu kasiran dan Sutrisno yang merupakan tokoh pemuda dan tokoh warga masyarakat yang sangat peduli terhadap lingkungan didusun Tegal Duwur ini.dalam bincang bincang santai kami, kasiran akrab dipanggil Kirun ini dan merupakan tokoh pemuda yang disenangi masyarakat tua dan muda, bahwasanya kegiatan seperti ini memang harus kita jaga dan kita lestarikan karena selain ini peninggalan budaya nenek moyang kita harus bisa menyadari hidup ini kita tidak sendiri dan kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain yang mempunyai artian bahwasanya kita kalau mau apa aja pasti sebagian besar membutuhkan orang lain, makanya kita hidup dengan tetangga dan masyarakat lainnya harus bisa saling menghormati saling berbagi dan saling membantu agar hidup Bisa Guyub dan Rukun,”ungkapnya.

Tokoh masyarakat Sutrisno (kanan).

Hal senada juga dikatakan tokoh warga masyarakat yang terkenal Okol (kuat) dan terampil ini,” Sutrisno,” Apapun yang kita kerjakan yang didasari dengan rasa ikhlas apalagi demi kepentingan umum dan juga niati ibadah belakangnya pasti berkah,”katanya. Sutrisno yang akrab dipanggil Kapir ini menambahkan dalam obrolannya”Urip iku Sejatine Urup” memiliki makna hidup itu hendaknya membei manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang kita berikan tentu akan semakin baik bagi kita maupun orang lain, tetapi sekecil apapun manfaat yang kita berikan kepada orang lain jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat,”tambahnya

Masyarakat Dero Sadar Gotong Royong.

Masyarakat Dero hidup berdampingan dan Guyub Rukun.

Pemerintah Desa Kompak dan Menjadi suri tauladan.

Desa Dero Lebih Baik dan Lebih Maju.

By : Wo Thekle