DERO.NGAWIKAB.ID – Momen puncak acara Bersih Desa Dero Kecamatan Bringin berlangsung meriah, Selasa (30/07/2019).
Rangkaian Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari empat malam tersebut ditutup dengan Pengajian umum.

Hadir memberikan siraman rohani pada kegiatan puncak bersih desa ini adalah K.H Taufiqurrahman dari Purwodadi Grobogan Jawa Tengah. Dan kegiatan ini bertempat di lapangan Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi.

Pengunjung

Hadir pada acara tersebut di antaranya Camat Bringin, PJ Kades Dero, Kades Dero terpilih Ariyadi, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat Dero serta ribuan masyarakat Dero dan seputarnya.

PJ Kades Dero, Drs.Sukiman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan malam ini merupakan puncak dari rangkaian acara Bersih Desa Dero yang diawali hari Sabtu tanggal 27 dengan kerja bakti dimakam – makam wilayah desa dero dan Sendang, dilanjutkan Minggu Siang 28 Juli 2019 dengan kegiatan shodaqohan di makam dan Sendang.

Pejabat dan tokoh masyarakat

Kemudian malamnya setelah magrib tahlilan dan kirim do’a untuk para leluhur yang babat desa Dero di pendopo kantor Desa Dero dan dilanjutkan tirakatan di Sendang Beji sampai pukul 01.30 wib dan Senin paginya 29 Juli 2019 dilaksanakan keduk Beji di Sendang Beji di iringi Gembrung GATI IROMO.Setelah dari beji, malam harinya, malam Selasa atau malam 30 Juli hiburan tayuban Bojonegoronan di lapangan Dero.dan acara pamungkas diakhiri malam ini yaitu dengan Pengajian Umum.

Pj Kades Dero.

Dan “Alhamdulilah semua rangkaian acara bersih desa dari diawal sampai penutupan pengajian ini berlangsung dengan lancar. Semua tentu karena kekompakan semua warga masyarakat Dero dan juga pemuda karang taruna yang bersatu dan guyub rukun.” tambahnya.

Supriyadi Camat Bringin.

Sementara Camat Bringin, Supriyadi yang juga berkesempatan memberikan sambutan, pertama beliau mengapresiasikan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Dero yang telah sukses melaksanakan rangkaian kegiatan bersih desa yang penuh kegiatan, dan beliau juga berharap kegiatan seperti ini jangan sampai punah di karenakan kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya jawa yang harus di uri – uri atau harus dilestarikan.dan juga bentuk wujud syukur kepada Tuhan yang maha esa.

Tarian Sufi.

Dan dalam taushiyahnya K.H Taufiqurrahman mengajak para warga masyarakat atau pengunjung yang hadir untuk tidak bosan melakukan instrospeksi diri dalam setiap langkah dalam menjalani hidup dan juga harus selalu bersyukur atas limpahan nikmat rezeki sehat maupun rezeki lainya, jangan mudah mengeluh dan semoga dengan adanya kegiatan bersih desa masyarakat Desa Dero di jauhkan dari segala macam musibah, bencana dan balak dan menjadi desa yang Gemah Ripah Loh Jinawi toto tentrem Kerto Raharjo.(Wo Thekle)