DERO.NGAWI.KAB.ID – Tiga orang peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Dero, Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi , mengundurkan diri secara sukarela dari kepersertaan PKH karena mengaku sudah sejahtera.Tiga orang peserta Pkhy itu mengundurkan diri disaksikan oleh Kasun Tegal Duwur, Kasun Dero Lor, Kades Dero , pendamping sosial PKH, dan warga setempat di Rumah salah satu warga yang di gunakan untuk kegiatan rutin arisan PKH , Desa Dero Senin, (25/11/19).

Sri Maryani, peserta yang Mundur dari PKH.

Surati,peserta yang Mundur dari PKH.

Sri Maryani , salah seorang peserta PKH yang mengundurkan diri mengatakan alasan mundur karena merasa sudah tidak berhak lagi menerima program PKH.“Saya mundur ya karena sudah tidak berhak lagi menerima, saya sudah sejahtera,” kata Sri Maryani ketika kami tanya alasan mundur.Kepala Desa Dero mengapresiasi sikap ketiga warganya tersebut.Dia mengatakan tujuan pemerintah menggulirkan program perlindungan sosial melalui Program Keluarga Harapan adalah untuk melepaskan jerat kemiskinan masyarakat.Sehingga dia berharap warganya yang menerima program PKH bisa memanfaatkan bantuan itu secara bijak dan produktif sehingga bisa cepat sejahtera.“Semoga bisa bermanfaat dan tepat guna,” ujarnya.

Rumsiyah,”pendamping sosial PKH desa Dero.

Rumsiyah, pendamping sosial PKH Desa Dero, menyebutkan jumlah peserta PKH Desa Dero saat ini sebanyak 279 orang.Dan tiga Warga desa yang Mundur dari PKH adalah Sri Maryani,Sriyani Dari Dusun Tegal Duwur dan Surati dari Dusun Dero Lor.Menurut Arum,nama panggilannya, mundurnya ketiga peserta itu secara mandiri, menunjukkan program pendampingan sosial pemerintah berhasil membantu mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.
“Mundurnya peserta secara sukarela jadi tolak ukur keberhasilan, ini berarti program pemerintah berhasil meluluskan kemiskinan,” ujarnya.“Kami merasa bangga, karena mereka sukarela mau mengundurkan diri,” ujarnya.
Dia berharap, ke depannya bisa diikuti oleh peserta lainnya yang sudah merasa mampu dan sejahtera,”Harap Rumsiyah.