DERO.NGAWIKAB.ID – Kelompok Mahasiswa Universitas Soerjo Ngawi yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKL) tahun 2019 di desa Dero secara bersama-sama mengunjungi salah satu rumah warga masyarakat dusun Dero Kidul Ibu Dami(Produsen Kripik Gadung) untuk menggali informasi dan mengembangkan produk unggulan di Desa Dero kecamatan Bringin kabupaten Ngawi.Keripik Gadung, yang menjadi salah satu produk unggulan desa tersebut dikembangkan mulai dari proses pembuatannya hingga produk tersebut dipasarkan dan bernilai ekonomis.

Berita Terkait : Pemerintah Desa Dero Sambut Senang Mahasiswa Soerjo Ngawi.

Sejalan dengan program kerja dan tema yang diangkat oleh Mahasiswa kelompok 10 yaitu Pengolahan Sumber Daya dan Potensi Desa Dero Kecamatan Bringin Ngawi, Maka sangat memungkinkan untuk mengolah hasil pertanian menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat desa setempat khususnya keripik gadung ini. Untuk saat ini harga keripik gadung mentah atau yang sudah siap makan masih sangat rendah maka dari itu perlusentuhan inovasi agar nilai ekonomisnya lebih tinggi.

Mahasiswa KKL sedang menggoreng Gadung.

Ketua Koordinator Kelompok 10 mahasiswa Soerjo Ngawi, Yulia menyampaikan bahwa inovasi perlu diciptakan dalam meningkatkan nilai ekonomis serta nilai tawar dari keripik gadung.

“Saya melihat potensi ekonomi yang besar dari usaha keripik gadung di desa Dero ini maka dari itu saya bersama mahasiswa Soerjo dan Warga Dero ini ingin membuat inovasi agar keripik gadung ini bisa menjadi produk inovatif unggulan dan menjadi brand image untuk desa Dero khususnya dan Ngawi pada umumnya” Ujarnya

Di sampaikan juga bahwa sebelumnya keripik gadung dijual dengan harga biasa dan sangat murah sekali, Diharapkan dengan inovasi ini akan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari produk tersebut.

Salah satu inovasi yang dapat diciptakan adalah membuat varian rasa pada kripik gadung dengan rasa Balado,pedas manis, barbeque serta pengemasan yang menarik sehingga nilai ekonominya akan meningkat, Selain memberikan cara pengolahan dan pengemasan, kegiatan ini juga mensosialisasikan bagaimana cara mengurus perizinan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). Pengenalan PIRT menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membangun usaha rumahan. Sehingga produk yang dihasilkan mendapat kepercayaan dari konsumen” Lanjut mahasiswa Soerjo tersebut.

Kripik Gadung yang sudah di Beri Rasa Baru dan di kemas.

Dami ( 50), saat kami temui mengungkapkan,” Saya merasa senang dengan kedatangan dari mahasiswa Soerjo ini karena menambah pengalaman saya dalam hal untuk produksi, mengolah dan memasarkan apalagi penambahan tentang rasa, pengemasan dan pemberian label,” Ungkapnya. “Mudah mudahan dengan pengalaman baru ini nanti usaha saya bisa tambah lancar,”harapnya

Baca Juga: Mahasiswa Soerjo Ngawi Kunjungi Geliat Paud Posyandu Desa Dero.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari Shodiq Setiawan, Selaku pemangku wilayah dusun Dero kidul. Saat kami temui di sela sela kegiatan tersebut mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut.

Saya harap adik-adik mahasiswa bisa memberikan tambahan wawasan mengenai bisnis dan bisa memberikan pengajaran mengenai inovasi berbagai potensi di desa ini” tuturnya.

Shodiq Setiawan ( Kasun Dero Kidul)

Melalui kegiatan yang telah dilaksanakan ini di harapkan bisa membawa manfaat untuk masyarakat sebagai wujud bakti mahasiswa untuk masyarakat khususnya masyarakat desa Dero,”Pungkasnya

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Baca Juga:Sekilas Profil Operator Website Desa Dero.