DERO.NGAWIKAB.ID – Ada beberapa jenis anyaman yang ada di Indonesia, salah satunya yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri adalah anyaman berbahan dasar bambu. Hasil anyaman bambu tidak sekedar memiliki nilai praktis, tapi juga memiliki nilai estetis. Kerajinan anyaman yang dihasilkan pun bukan sekedar barang, tetapi juga mampu menjadi pemanis mata yang bernilai seni dan indah.

Yulia,”Ketua Kelompok 10 Mahasiswa Soerjo (Depan)

Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi adalah Salah satu desa yang mengembangkan kerajinan anyaman bambu.Kerajinan anyaman bambu yang dihasilkan para pengrajin rumahan asal Desa Dero ini memiliki ciri khasnya tersendiri. Anyaman bambu yang dihasilkan terkenal kuat karena dibuat menggunakan tangan dan sangat telaten dalam pembuatannya. Selain itu, anyaman bambu yang dibuat pun tidak melupakan fungsi estetika. Tak heran Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Sektretaris Daerah dan BKM Ngawi di tahun 2018 mengundang para pengrajin untuk mengikuti pelatihan di pendopo kabupaten Ngawi,sehingga desa Dero terkenal dengan anyaman bambunya dan menjadi Produk Unggulan Desa Dero.

Keakraban Operator Website Desa dengan para Mahasiswa.

Tepatnya pada hari Kamis tanggal 11 Desember 2019 pukul 13.00 WIB Mahasiswa Universitas Soerjo Ngawi yang KKL di Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Menggandeng operator website desa deri dan melaksanakan kegiatan Kunjungan Di salah satu warga dusun Dero Lor yang mayoritas masyarakatnya tiap harinya adalah sebagai pengrajin industri kerajinan anyaman bambu yaitu di rumah Subroto dengan tujuan untuk menggali informasi bagaimana cara pembuatan anyaman bambu dan juga bagaimana cara pemasarannya selama ini.

Istri dan keluarga Subroto sedang menali Kerajinan Tumbu yang sudah jadi.

Keluarga Subroto setiap harinya membuat beberapa produk kerajinan yang diantaranya berupa Souvenir, Hiasan Lampu yang terbuat dari bambu, lampion, Keranjang Buah, Tempat Hantaran, Piring Lidi, Tumbu dan Kerajinan Anyaman lainnya.
Pemasaran produk kerajinan yang dilakukan oleh Subroto awalnya hanya melalui mulut ke mulut dan ikut pameran-pameran produk bila ada Undangan saja.

Baca Terkait : Anyaman Bambu ,Produk Unggulan Desa Dero.

Para Mahasiswa Soerjo, Semangat Belajar kerajinan.

Saat kami tanya di sela – sela kegiatan ini produk unggulanya pernah mengalami penurunan pemasaran produksi dikarenakan ada saingan dari beberapa daerah. Sehingga menyebabkan manajeman keuangan dan ekonomi tidak stabil.Dengan berjalannya waktu dan berkat mendapat perhatian dan pelatihan dari BKM Dan sekretaris daerah di tahun 2018, Subroto meningkatkan pemasaran produknya melalui online seperti whatsaap,FB dan IG dan Alhamdulillah penjualan serta permintaannya meningkat dan juga produk nya bisa di pasarkan sampai karangajati, wilayah ngawi,Caruban bahkan sampai Nganjuk.,”ungkap Subroto

Para Mahasiswa Belajar membuat Lampion dari Bambu.

Di sisi lain saat ngobrol – ngobrol,”Yulia Ketua Kelompok 10 Mahasiswa Soerjo,”kami selaku mahasiswa sangat senang dan bangga kepada masyarakat Dero karena di jaman yang sudah serba modern ini Warga Masyarakat Dero menekuni kerajinan anyaman bambu apalagi kerajinan tangan anyaman bambu desa Dero menjadi produk unggulan,”Ungkapnya

Lampion dari Bambu.

Figura dari Bambu.

Semoga kedepannya dengan cara penjualan dan pemasaran lewat online dapat menambah incam kepada masyarakat desa Dero,”pungkasnya.

Subroto saat foto dengan Bupati Ngawi Ir.H Budi Sulistiyono (Mbah Kung)

Subroto Saat Mengikuti Pameran dan mendapatkan juara.

Hiasan Lampu Dari Bambu.

Berbagai Jenis Kerajinan dari Bambu dari pengrajin Desa Dero.

Hasil Kerajinan Bambu.

Baca Juga: Bersinergi Dengan Masyarakat, Mahasiswa Soerjo Sulap Kripik Gadung Menjadi Produk Unggulan Desa Dero.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Baca Juga:Sekilas Profil Operator Website Desa Dero.