DERO.NGAWIKAB.ID – Gebyar Festival Seni Jaranan Yunior yang berlangsung di area Waduk Pondok Desa Gandong Kecamataan Bringin Kabupaten Ngawi sukses menghipnotis pengunjung. Ribuan penonton dari berbagai kalangan berbondong-bondong memadati lokasi untuk menyaksikan festival seni jaranan Yunior yang diikuti 25 grub peserta anak-anak dari wilayah kecamatan Bringin dan luar Kecamataan Bringin . Festival seni jaranan Yunior yang di laksanakan bertepatan dengan tahun baru ini merupakan program kali pertama yang di agendakan pemerintah kecamatan Bringin bersama seluruh Kades seluruh wilayah kecamatan Bringin dengan tujuan yaitu menjadikan kecamatan bringin menjadi Kecamataan Wisata jujukan di kabupaten Ngawi dan Nasional.

Baca Juga: Camat Bringin Pimpin Rapat Final Bersama Panitia dan Semua Kades di Bringin Untuk Sukseskan Gebyar Festival Lomba Seni Jaranan Yunior Waduk Pondok.

Antusias Penonton Grup Seni Jaranan Yunior yang Tampil di waduk pondok.

Supriyadi, Selaku Camat Bringin mengatakan, Festival seni jaranan Yunior ini digelar Selain untuk melestarikan seni dan budaya tradisional warisan nenek moyang, festival ini bertujuan untuk mengenalkan seni tradisional itu kepada generasi penerus bangsa. Ini dilakukan agar seni jaranan tersebut melekat dalam jati diri anak bangsa sehingga tidak terkesampingkan dan serta kegiatan untuk mengenalkan wisata di wilayah kecamatan Bringin.

“Jadi sebagaimana kita ketahui bahwa jaranan itu berkembang dimana saja. Cuman di kecamatan Bringin kita ingin punya khas Seni Jaranan tersendiri. Ini merupakan suatu festival seni jaranan levelnya nasional. Seperti halnya di Ponorogo ada festival reog, nah ini ada festival seni jaranan, yang nantinya akan kita jadikan agenda tahunan,” kata dia saat dikonfirmasi usai membuka festival jaranan di area Waduk Pondok, Rabu (01/01/20) pagi.

Semua peserta seni Jaranan Joget bersama sebelum acara dimulai festival.

Festival jaranan ini merupakan kegiatan kali pertama dilaksanakan di Kecamatan Bringin , lanjut Supriyadi:

Dan Alhamdulillah kegiatan ini diikuti 25 grub peserta dari wilayah kecamatan Bringin maupun luar Kecamataan Bringin. Dan kami Tak hanya sebatas mencari bibit berkualitas terpilih dalam festival tersebut. Festival ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Kecamataan Bringin dalam melestarikan seni tradisional . Pelestarian seni budaya jaranan ini kedepanya akan kita lakukan secara berkesinambungan dan melakukan kegiatan festival di setiap event perayaan apapun,”ungkap Supriyadi

Dan Alhamdulillah acara festival ini juga di hadiri oleh Wabup Ngawi Ony Anwar Harsono, berserta Beberapa Dewan Legislatif kabupaten Ngawi dan sekaligus beliau Pak Wabup membuka acara festival ini.

Wabup Ngawi,”Ony Anwar Harsono sedang Memberikan Sambutan sekaligus Membuka acara Festival.

Dengan demikian, regenerasi pelestari seni tradisional itu akan terus bergulir sehingga kesenian jaranan tak luntur tergerus perkembangan zaman. Edukasi sejak dini merupakan langkah solutif untuk menumbuhkembangkan kecintaan terhadap seni dan budaya tanah air. Tak dapat dipungkiri, di zaman milenial seperti saat ini kesenian tradisional mulai ditinggalkan generasi penerus.

“Selain mengadakan festival, kami juga memperkenalkan tempat wisata di Waduk Pondok yaitu adanya kolam renang,taman Selfi Waduk Pondok dan juga wisata kuliner warung apung dan kuliner lainnya yang ada di waduk pondok,”Harapannya ini semua menjadi ikon wisata di Kabupaten Ngawi,” ujar Supriyadi.

Kolam Renang Waduk Pondok.

Waduk Pondok Desa Gandong Kecamataan Bringin.

Penampilan kesenian tradisional itu sukses menghibur ribuan pengunjung. Tak sedikit dari mereka mengabadikan setiap penampilan dari masing-masing peserta yang membawakan ciri khas tersendiri. Bahkan beberapa warga menggelar alas tikar untuk menyaksikan penampilan mereka. Sesekali hiruk pikuk terdengar tatkala pembawa acara menyebut asal peserta yang mengikuti festival.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Baca Juga: Sekilas Tentang Profil Operator Website Desa Dero.