DERO.NGAWIKAB.ID – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan bagian strategis desa yang memiliki peluang dalam memanfaatkan potensi dan Inovasi guna membangun desa.

Seperti desa Dero, desa yang merupakan Jalur utama Pintu Masuk Wisata Waduk Pondok terletak di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi mengembangkan Bumdes dengan mengelola pembuatan tenda Gasebo untuk pedagang.(04/2)

Baca Juga:

Rujianto, Ketua BumDes Arta Mulia Desa Dero yang kami konfirmasi saat pemasangan Gasebo beberapa hari yang lalu, menyatakan sejak berdirinya tahun 2016 sampai saat ini BumDes Dero mengembangkan usahanya yaitu di bidang simpan pinjam kepada masyarakat Dan sekarang mengembangkan sayapnya untuk unit usaha.

“Memang semenjak berdirinya BumDes,Kami mengembangkan usaha simpan pinjam,karena prospek nya berjalan dengan lancar kami sekarang kembangkan unit usaha dengan pembuatan tenda Gasebo yang di peruntukan pedagang khusus warga masyarakat desa Dero yang berjualan di kawasan pinggir jalan raya menuju wisata Waduk Pondok ” Ucapnya.

“Sementara kami membuat delapan tenda Gasebo, semuanya untuk pedagang agar dalam menjual dagangannya bisa lebih bersih, tidak kena hujan dan juga lebih menarik pembeli ” Terangnya.


Kepala desa Dero menambahkan pihaknya memaksimalkan BumDes sebagai upaya menuju desa yang lebih maju. Ariyadi menuturkan pedagang di pinggir jalan raya menuju wisata waduk pondok sebagai usaha baru lebih berorientasi membangun harmonisasi masyarakat dan memberikan edukasi.

“Merintis Bumdes itu memang susah, tapi lebih susah lagi untuk mempertahankannya. selagi ada dukungan dari masyarakat dan ada komitmen untuk itu, yah semuanya insya Allah bisa berjalan lancar” Tutup Ariyadi

Tenda Gasebo yang telah dipasang telah di tempati oleh pedagang Warung Makan dan Minuman.


Tak Kenal Maka Tak Sayang,Baca Juga: Sekilas Tentang Profil Operator Website ResmiDesa Dero.
Sementara Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Bringin, Samsul Arifin menambahkan kemajuan desa memang ditentukan juga dari kepala desanya.

“Desa yang maju dan mandiri salah satunya ditentukan dari kepala desa yang visioner dalam mengembangkan dan memberdayakan, pastinya melihat potensi desa yang sesuai kondisi masing-masing”

“Juga harusnya punya implikasi yang bisa bersentuhan dengan pemasukan finansial desa dan punya peranan dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Saya berharap desa yang belum mengelola potensi desanya, ayo kita dorong tentu dengan inovasi yang sebaik baiknya, memang harus berani” Tutup Samsul Arifin