DERO.NGAWIKAB.ID – Selasa 25 Februari 2020 di JX International Expo Surabaya Di Jl. Ahmad Yani digelar acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020. Rapat kerja ini diadakan Oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan serta Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Dengan peserta Kepala Desa, Camat dan Bupati di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Memantau Tumbuh Kembang Anak di Bulan Timbang Februari Bersama Puskesmas Bringin di Posyandu Anggrek Desa Dero.

Menteri Dalam Negeri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dana Desa yang jumlahnya mencapai 72 triliun rupiah harus secepatnya diterima oleh desa. Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan mekanisme pencairannya kini langsung ke rekening desa.

Perubahan pencairan Dana Desa ini agar tidak ada lagi hambatan birokrasi. Namun untuk pelaksanaannya harus benar – benar diawasi agar tepat sasaran untuk membangun desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa.

Sehingga kemudian dana desa ini bisa berputar. Masyarakat juga akhirnya dapat menikmati. Bukan perangkat atau kepala desanya saja, Untuk mekanisme pelaksanaannya akan dibentuk 3 tim yaitu dari Kemendagri, Kemenkeu dan Kemendes.

Karena tiga kementerian ini yang terkait erat dengan dana desa, Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab dalam penyerahan uang ke desa. Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi bertanggung jawab dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa tersebut.

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri bertanggung jawab dalam pembinaan perangkat desa dengan melibatkan Camat, Bupati dan Gubernur dalam mekanisme pengawasannya.

Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (Dirjen PK) Kemenkeu mengungkapkan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menambahkan formula alokasi kinerja (AK) dalam skema penyaluran Dana Desa tahun 2020.

Alokasi tersebut diperuntukkan bagi desa dengan kinerja baik sebanyak 10% dari jumlah desa atau 7.495 desa. Alokasi kinerja dipatok 1,5% dari anggaran Dana Desa secara keseluruhan yang mencapai Rp72 triliun di tahun 2020.

Salah satu tujuannya adalah mendorong kinerja pengelolaan Dana Desa.

“Kalau ada daerah atau desa yang punya kinerja baik, maka dia akan mendapatkan alokasi yang lebih baik dibandingkan yang kinerjanya kurang baik. Dan itu porsinya adalah kalau dari rumusan, ia dapat sekitar 1,5% dibandingkan sebelumnya tidak ada,” jelasnya.

Baca Juga : Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero.

Untuk tahun ini penyaluran Dana Desa lebih besar di tahap pertama, yakni 40% dari sebelumnya 20%. Tahap kedua 40% dan tahap ketiga 20%. Bagi desa berkinerja baik, pemerintah memberikan reward penyaluran dana dengan proporsi 60% di tahap I dan 40% di tahap II.

Menurutnya, di satu sisi hal tersebut adalah percepatan, namun di sisi lain kepala desa diharuskan memiliki perencanaan yang baik.

Hingga berita ini di tulis kegiatan Raker Masih berlangsung dengan mendengarkan Penyampaian Penyampaian dan Pembinaan serta arahan Dari Gubernur Jawa Timur.

Di Kutib dari : Surabaya,Kongkrit.com