DERO.NGAWIKAB.ID – Bisnis minuman segar tak ada matinya. Salah satu bisnis minuman yang kerap kita jumpai di pinggir jalan adalah es tebu. Untuk menemukan penjual es tebu tidak terlalu sulit karena sudah banyak yang menjualnya di pinggir jalan.

Minuman es tebu merupakan minuman es yang banyak dinikmati orang banyak, karena rasanya yang segar perpaduan antara es dengan sari tebu murni. Tak jarang, banyak orang juga yang menggemari minuman terebut dan berbondong-bondong untuk membelinya.Ditambah lagi harganya yang sangat terjangkau.

Baca Juga : BumDes “Arta Mulia” Desa Dero Kembangkan Sayap Dengan Pembuatan Tenda Gasebo Untuk Pedagang Di Pinggir Jalan Raya Jurusan Wisata Waduk Pondok.

Lokasi Es Tebu Om Taufik sangat mudah di jangkau yaitu di jalan raya kedungprahu – waduk pondok km 3 tepatnya di warung gasebo bumdes pinggir lapangan desa dero.

Tak hanya itu,es tebu bisa menjadi pilihan untuk melepas dahaga, apalagi diminum saat cuaca panas.Es tebu buatan Taufik yang menjajakan di jalan raya kedungprahu – Waduk Pondok km 3 tepatnya di Warung Gasebo BumDes lapangan desa Dero ini berbeda dari es tebu umumnya.

Pria usia 47 tahun asli kelahiran desa Dero yang akrab dipanggil Om Taufik ini cukup berpengalaman dalam mengolah tebu menjadi minuman segar pelepas dahaga. Dia sudah sekitar 4 tahun lebih berjualan es tebu.Berbahan tebu yang diperoleh dari Kediri,Selain rasanya yang khas, tentunya bahan tebu ini kata Taufik harganya sangat terjangkau.

Mengolah tebu menjadi es tebu segar dan nikmat memang mudah. Bermodalkan mesin pemeras tebu, sudah bisa menjadi minuman es tebu.

“Saya pilih jualan tebu karena proses pembuatannya mudah dan tanpa gula,” ungkap taufik kepada kami, Minggu (08/03).

Meski untungnya tak begitu banyak, tapi menurutnya sudah lumayan untuk membantu perekonomian keluarganya.Untuk satu gelas es tebu dia hanya menjualnya seharga Rp 2.000. Selain harganya yang terjangkau, nikmatnya es tebu tanpa gula buatan Om Taufik sangat nikmat.

Om Taufik penjual Es Tebu Sedang Melayani Pembeli.

Pantas saja sehari bapak dua ini bisa mengantongi hingga Rp 200.000 per hari. Apalagi disaat cuaca panas bisa mencapai Rp 300.000,- lebih.

“Saya jual esnya Rp.2.000,- per gelas. Jika musim panas kami bisa mendapatkan Rp.300.000,- seharinya, tapi jika musim hujan biasanya hanya kurang lebih Rp.100.000,- “katanya.

Baca Juga :

Dia berharap es tebu tanpa gula buatannya dapat dikenal luas dan bagi yang berminat mencoba es tebu tanpa gula Om Taufik,bisa langsung datang ke Warung Gasebo BumDes lapangan desa Dero, atau yang lagi main ke waduk pondok jangan lupa mampir yaa !!!