DERO.NGAWIKAB.ID – Untuk memfasilitasi masyarakat,khususnya Desa Dero, Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Gapoktan Sumber Makmur Desa Dero mendirikan gudang mesin pengering padi, yang bertempat di Dusun Tegal Duwur. Gudang dan mesin pengering padi ini adalah bantuan dari Dinas Pertanian Ngawi dan Kementerian Pertanian Pusat yang diterimakan pada Gapoktan Sumber Makmur tahun 2019.

Baca Juga : Daun Kelor Bisa Di Konsumsi Untuk Menghindari Virus Corona

“Mesin tersebut bisa digunakan khusus untuk mengeringkan hasil panen padi, ,” terang salah satu pekerja, Suratman.Sabtu(07/03)

Mesin Pengering Padi Mulai Dioperasikan,Petani Desa Dero Merasa Terbantu

Suratman yang di kenal sangat tekun dan lincah ini juga menjelaskan gudang mesin pengering padi ini mulai dibangun pertengahan Tahun 2019 dan baru mulai dioprasikan sekitar sebulan terakhir,” imbuhnya kepada kami.

Pada kesempatan yang sama, Suparmin Warga dusun Tegal Duwur, salah satu petani yang sedang mengeringkan padinya,mengatakan pada kami merasa sangat terbantu dengan adanya pengering padi tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya mesin pengering padi bantuan dari Dinas pertanian ini, karena selama ini kami harus menjemur hasil panen kami, dan kalau tidak ada panas maka kami menjual dengan keadaan basah atau langsung dari sawah,” ucapnya.

Para Pekerja Sedang Mengoperasikan Mesin pengering

Hal senada juga disampaikan Juyatno kepada kami, ia mengucapkan banyak terimakasih pada pemerintah atas bantuan pengering padi tersebut yang turun ke Gapoktan yang dia ketuai.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah terutama Dinas Pertanian Ngawi dan juga Kementerian Pertanian Pusat yang telah memberikan bantuan mesin pengering padi ini, karena dengan bantuan alat pengering seperti ini, masyarakat khususnya petani  padi sangat terbantu apalagi disaat musim penghujan seperti saat ini,”terangnya

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Baca Juga : Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero

Gudang dan Mesin Pengering Padi yang beralamatkan di jln Dero Tawun , Dusun Tegal Duwur RT 04 RW 01

Juyatno juga menyampaikan, bahwa dengan adanya alat pengering padi tersebut, yang lebih diprioritaskan sebagai pengguna adalah petani masyarakat Desa Dero.

“Setelah dihitung biaya,solar bahan bakar dan teaga kerja, warga yang mengeringkan padinya setiap 1 kilogram akan di kenai Upah Rp250,-” atau Rp 250.000,- per Ton nya, dan untuk mesin pengering ini muatannya maximal 6 ton yang bisa di proses kurang lebih 24 jam,” pungkasnya