DERO.NGAWIKAB.ID – Sebagian Petani di desa dero,terpaksa mempercepat kegiatan panen karena tanaman padi ambruk akibat diterjang angin kencang. Dampaknya, hasil panen mengalami penurunan 10%.

Salah seorang petani di Desa Dero Kecamataan Bringin kabupaten Ngawi, Suwito(55), mengungkapkan seharusnya padi dipanen pada usia antara 90-100 hari. Tetapi sekarang, petani mempercepat panen karena banyak tanaman padi yang roboh.

“Tanaman padi memang ambruk akibat diterjang angin kencang di beberapa hari belakangan ini. Oleh karena itu, mau tidak mau harus memanen dini, meski umur padi baru sekitar 84 hari. Idealnya panen bisa sampai 100 hari. Harus dipanen daripada roboh kemudian terendam air, malah bisa membusuk dan bikin sakitnya tuh di sini” kata Suwito sembari tersenyum,Minggu, (01/03).

Berita Terkait :

Karena roboh, hasil panen menjadi tidak begitu normal. Jika sebelumnya pada areal seluas 2.000 meter persegi biasanya menghasilkan 1,8 ton, kini menurun hingga 10% atau hanya mendapat 1.6 ton.

“Tidak apa-apa, daripada membusuk dan malah tidak mendapatkan hasil,” imbuhnya.

Ketua Gapoktan desa Dero Juyatno saat kami konfirmasi lewat telepon seluler mengakui ada sejumlah titik yang mengalami padi roboh. Hal itu dikarenakan curah hujan tinggi disertai angin kencang di empat hari belakangan ini.

“Untungnya, padi yang roboh tersebut sudah masuk usia panen. Tetapi kondisi semacam itu hanya sebagian kecil saja,” tuturnya.

Menurutnya, areal tanaman padi di desa dero yang telah memasuki panen baru sekitar 5% dari sekitar 89 hektar di wilayah desa dero.

Baca Juga :

Dan di desa Dero sendiri Produksi panen saat sekarang cukup lumayan bagus, karena walaupun lusa kemarin ada serangan hama, tapi sudah kami Cegah perkembangannya dengan gerakan pengobatan massal. Selain itu, tidak banyak wilayah yang mengalami banjir,” pungkasnya.