DERO.NGAWIKAB.ID – Di tengah pandemi Covid-19, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang sejatinya merupakan kegiatan kesehatan dasar untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan tetap diadakan di  Desa Dero Kecamatan Bringin. Hal tersebut dilakukan guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan baik di masa pandemi ini.

Berita Terkait :

Ketua Posyandu, Suryati mengatakan, digelarnya posyandu di tengah pandemi Covid-19, telah melalui proses diskusi maupun konsultasi ke beberapa pihak yang bersangkutan, mulai dari bidan desa hingga kepala desa.kegiatan ini sudah dilakukan dua kali selama Pandemi Covid-19 ada dan kegiatan ini di lakukan cara door to door.

“Memang awalnya saya sempat was-was  dan ragu karena situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ini, tapi setelah melalui konsultasi, akhirnya dapat melaksanakan kegiatan ini,” kata Suryati kepada Dero.ngawikab.id, Jum’at (22/5/2020).

Salah Satu Kader Posyandu Memberikan PMT pada Balita

Meskipun demikian, Suryati menerangkan pelaksanaan program posyandu untuk anak maupun balita terutama pemberian PMT, timbang badan tidak baik ditunda maupun diundur. Baginya, pemberian PMT terhadap anak atau balita sesuai jadwal sangat penting guna mendukung kesehatan anak tetap terjaga dengan baik.

“Saya peduli terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan anak, terutama masalah perkembangannya harus di catat setiap bulannya yang memang wajib dilaksanakan,” terangnya.

Salah Satu Kader Posyandu mencatat Berat Badan Balita

Suryati menyatakan, apabila program posyandu ditiadakan, maka memungkinkan dapat memicu munculnya masalah baru dalam masyarakat, seperti mudahnya anak terpapar penyakit di pandemi dan permasalahan stunting.

“Jangan sampai nanti ada balita penerus bangsa kita mudah terpapar penyakit, dan mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya serta permasalahan stunting atau BGM,” tuturnya.

Semangat Kader Posyandu Desa Dero

Tak Kenal Maka Tak Sayang : Baca Juga : Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero

Selanjutnya, Suryati menjelaskan adanya pandemi covid-19 bukan berarti harus meniadakan kegiatan posyandu tersebut. Posyandu tetap diadakan dengan cara Door to Door.

Suryati berharap adanya kegiatan program posyandu terus dapat terlaksana sesuai jadwal, mengingat saat ini wabah yang menyerang Indonesia adalah virus yang berbahaya sehingga perlunya menjaga kesehatan ibu dan anak.