DERO.NGAWIKAB.ID  – Kehidupan masyarakat Jawa khususnya dilingkup Kabupaten Ngawi, tak kan lepas dengan ciri khas adat ketimuran dan tetap membertahan tradisi dalam nguri-uri budaya dan adat-istiadatnya, sejak dulu turun temurun.

Seperti halnya Kegiatan bersih desa, atau peringatan kelahiran atau dimana dimulainya suatu desa itu terbentuk (didirikan). Yang dulu biasanya identik dengan hiburan yang lazim pada umumnya semisal pagelaran Wayang Kulit, Tayub, sebagai tanda (tetenger).

Berita Terkait :

Hal demikian merupakan bentuk wujud rasa syukur atas terciptanya masyarakat desa yang guyup, rukun, dan damai sejahtera, juga suatu hiburan dalam mempererat persatuan dan kekompakan masyarakat suatu desa itu sendiri. Namun dalam situasi pandemi corana seperti saat ini semuanya harus berubah dan berbeda dalam pelaksanaannya.Bukan keramaian yang menjadi tujuan utama melainkan kekhidmatan dan kekompakannya guna menuju kegotongroyongan dalam sebuah momen acara menyambut bersih desa itu sendiri yang ditanamkan.

Yasinan, Tahlilan dan Zikir di Pendopo Kantor Desa

Seperti halnya Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, yang menggelar Bersih Desa, dimulai dari rangkaian shodaqohan di makam ,doa bersama di kantor desa,keduk Beji , serta shodaqohan di sendang Beji dengan kesederhanaan namun penuh kidmat melambangkan betapa kompak dan religinya Pemdes Dero dan masyarakat bersatu padu dalam menjaga kearifan lokalnya secara bersamaan.

Keduk Beji di sendang Beji

Saat kami konfirmasi Kades Dero Ariyadi, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan masyarakat desa dero terhadap kegiatan bersih Desa Dero tahun ini. Senin ( 13/07/20)

“Rangkaian Bersih Desa tahun ini kami laksanakan sangat sederhana, karena di tengah pandemi Covid 19 yang semuanya harus mengacu standar protokol kesehatan,” kata Ariyadi.

Kades yang di Kenal ahli pembangunan ini kembali menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk wujud syukur masyarakat Desa Dero, juga untuk menjaga kearifan budaya lokal.

“Bersih desa ini kami wujudkan dengan yasinan dan Do’a bersama, yang dihadiri oleh perangkat Desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Serta perwakilan ketua RT dan RW saja,” imbuhnya.

Sosok yang juga akrab disapa Mas Ari ini juga mengharapkan, momen seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun agar tradisi seperti ini tidak punah, serta sebagai perwujudan rasa syukur atas rahmat dan keberkahan yang diberikan oleh sang pencipta Allah SWT.

Dan semoga desa Dero semakin maju,Guyub Rukun,sejahtera serta semuanya baik itu Pemdes dan masyarakat Dero senantiasa diberi kesehatan panjang umur dan terhindar dari segala penyakit ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Tak Kenal Maka Tak Sayang Baca Juga: Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero