DERO.NGAWIKAB.ID – Di tengah wabah pandemik Covid-19, Pemdes Dero  Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi melakukan berbagai upaya penyuluhan pajak kepada warganya, sehingga capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lunas 100% lebih awal sebelum jatuh tempo akhir September 2020.

Berita Terkait : SPPT PBB Dibagikan, Petugas Bersiap Bergerilya Pungut Pajak

“Berkat sinergitas antara petugas penagih PBB yaitu para  aparatur desa (Kasun) ditambah kesadaran warga Desa Dero, sehingga capaian target PBB Pemdes Dero di bulan Juli telah lunas 100%,” ujar Kades Dero Ariyadi kepada dero.ngawikab.id, Rabu (29/7/2020).

Pihaknya melakukan berbagai upaya memberikan pemahaman terhadap warga tentang wajib pajak.

“Sehingga warga mengerti apa itu pajak atau PBB, hal ini tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, sesuai dengan fakta di lapangan bahwa memberikan sebuah pemahaman terhadap warga itu sangat susah, tapi kami berupaya terus menerus bekerja sama dengan seluruh jajaran para Kasun, Alhamdulillah di akhir bulan Juli 100% lunas,” ucapnya.

Kades Ariyadi Memimpin Konferensi Rutin Perangkat Desa Dero Dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para jajarannya Terkait PBB

Ariyadi berharap kepada warga kedepannya agar kinerja pelunasan PBB ini tetap dipertahankan.

“Kita mengapresiasi kinerja petugas PBB yaitu para Kasun serta jajaran Pemdes Dero yang telah melakukan pelayanan prima terhadap masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Sejarah Singkat Berdirinya Persaudaraan Setia Hati Ranting Bringin Cabang Ngawi – Pusat Madiun

Salah satu Penagih PBB Desa Dero Kecamatan Bringin, Suparno, menyebut, semenjak kades dijabat Ariyadi , dirinya selaku petugas penagih PBB merasa terbantu dalam pelaksanaan penagihan PBB terhadap warga.

“Alhamdulillah masyarakat sangat mengerti dalam melakukan kewajibannya untuk membayar PBB. Kita juga merasa bangga dengan jerih payah melaksanakan penagihan PBB capai 100% lunas di bulan Juli, itu memerlukan keuletan, kesabaran, dan selain itu kami sering kali memberikan pemahaman agar mereka mengerti wajib pajak. Kita berharap warga paham tentang wajib pajak, karena PBB itu hasilnya akan kembali kepada warga itu sendiri melalui pembangunan-pembangunan di desa kita,” pungkasnya.