DERO.NGAWIKAB.ID – Besarnya pengeluaran untuk mengairi lahan sawah saat kekurangan air, petani di Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi manfaatkan mesin pompa berbahan bakar tabung gas elpiji. Petani menilai mesin pompa berbahan bakar gas elpiji berukuran 3 kg lebih irit.

Seperti yang diungkapkan, Tri Darwinto (43) petani asal Desa Dero mengaku selalu memodifikasi mesin pompa air miliknya menjadi berbahan bakar gas elpiji bila sawah kekurangan air. Sebab, tabung gas bisa menghemat pengeluaran membeli bahan bakar.

“Kalau disini ini mesin pompa air bahan bakar gas elpiji mulai banyak sejak beberapa tahun terakhir. Petani menilai lebih menghemat pengeluaran untuk beli bahan bakar,” kata dia, Senin (30/11).

Menurutnya, dengan menggunakan bahan bakar bensin premium dalam sehari bisa mengeluarkan biaya hingga Rp100.000. Sedangkan, menggunakan tabung gas elpiji hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 18 ribu.

“Kalau mesin dinyalakan dari pukul 07.00 hingga 17.00 cuma habis tabung gas elpiji 3 kilogram yang harganya saat ini berkisar Rp18 ribu. Artinya satu tabung memakan waktu sekitar 8 jam. Kalau pakai bahan bakar bensin premium bisa memakan waktu selama 9-10 jam atau menghabiskan 9 – 10 liter,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Puryanto (49) petani lainnya. Dia mengatakan dirinya rela mencari dan membeli tabung gas elpiji untuk bahan bakar mesin sedot ke luar desa bila mana tabung gas elpiji di toko terdekat atau di desa nya tidak ada.

“Saya lebih baik mencari keluar desa bila mana di toko terdekat atau Desa saya tidak ada gas elpiji, ketimbang harus beli bensin,” katanya

Baca Juga : Terapkan Aplikasi SIREKAP, Anggota PPS-KPPS Ikuti Bimtek Lanjutan