DERO.NGAWIKAB.ID – Kecamatan Bringin punya potensi yang luar biasa bila diekspore lebih jauh. Ada potensi wisata yang saat ini masih belum dioptimalkan, sehingga masih belum memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Baca Juga : Rejeki Arif Mengalir dari Berdagang Sayur

Kepala Desa se-Kecamatan Bringin menghadiri pelatihan produk pakan ikan Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya untuk lebih mengoptimalkan potensi daerah Rabu (11/11/2020) di pendopo kecamatan. Fokus kegiatan tersebut adalah penguatan wisata edukasi dengan pemberdayaan ekonomi.

Selain para kepala desa (Kades), kegiatan tersebut diikuti pula oleh pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan perwakilan dari kelompok tani se-kecamatan Bringin.

Camat Bringin, Supriyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlunya pembentukan BUMdesa Bersama adalah untuk lebih
mengangkat potensi yang ada di wilayah kecamatan Bringin.

Potensi-potensi yang akan diwujudkan antara lain penambahan wisata kolam renang, pembukaan akses gua Lowo, pengoptimalan perahu wisata, pengadaan kebun petik mandiri, serta pengoptimalan air terjun mandiri.

“Kita konsep ini berintegrasi, kita yakin ini akan maju dan berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut Supriyadi menyampaikan bahwa Waduk Pondok menjadi potensi unggulan karena ikannya yang melimpah. Hal itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Bringin terkait pengelolaan ikan dan ke depan bisa melibatkan pihak ketiga untuk berbagai pelatihannya.

Supriyadi juga menyampaikan bahwa dalam kesempatan pertemuan hari ini ada tamu kehormatan dari Universtas Brawijaya yang nantinya akan mendampingi kecamatan Bringin mewujudkan setiap tujuannya menuju Bringin Spektakuler.

“Hari ini ada kehormatan dari Universitas Brawijaya, akan dampingi tujuan kita,” terangnya.

Ini menjadi konsen Universitas Brawijaya, lanjut Supriyadi, bahwa nantinya akan ada pelatihan-pelatihan yang mendukung setiap kegiatan desa salah satunya pelatihan pembuatan pelet ikan hari ini. Selain itu, juga akan ada penampingan bidang pertanian, peternakan.

“Setiap desa harus maju dan berkembang sesuai potensi desa masing-masing,” pungkas Supriyadi.

Sementara itu, Dodi Wirawan Irawanto, Dosen Ekonomi Universitas Brawijaya pembicara dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya telah banyak mendampingi BUMDesa di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Sekilas Profil Petugas Operator Website Desa

Menurutnya, Bringin perlu sentuhan dan kreativitas agar semakin spektakuler. Mengoptimalkan potensi setiap desa berbasis pemberdayaan dan ketahanan pangan di masyarakat.

“Kita pernah turunkan mahasiswa ke Bringin untuk observasi wilayah dan potensi,” terang Dodi yang mengawal Program Doktor Mengabdi di wilayah Bringin tersebut.

Dodi berkomitmen akan berbagi keahlian dan semangat untuk sama-sama mengembangkan potensi di kecamatan Bringin karena potensi alamnya yang juga melimpah, salah satunya adalah jagung.

“Kunci dalam pengembangan wisata adalah sinergi dengan semua pihak,” tegasnya.

Waduk Pondok yang saat ini sudah cukup bagus pengelolaannya bisa dikembangkan untuk budidaya enceng gondok sebagai campuran pakan ikan. Ia juga menyontohkan bahan pembuatan pakan ikan yang berkualitas dari tepung jagung, tepung singkong, bekatul, serta vitamin aquamix.

Video Pertemuan Doktor Mengabdi

Di Salin dari Laman Berita Resmi KampoengNgawi.Com