DERO.NGAWIKAB.ID – Memasuki musim tanam padi pertama periode November 2020-Maret 2021, kebutuhan pupuk bersubsidi bagi para petani meningkat. Namun, sejumlah petani mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga :

Suparno , Pengurus Gapoktan Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, Saat ngobrol dan sambil ngopi bareng dengan warga lingkunganya menuturkan, sejak Juli 2020 pupuk bersubsidi memang mulai mengalami kelangkaan. Menurutnya, kelangkaan itu murni disebabkan dari stok yang memang langka dari tingkat distributor.

“Awalnya akibat distribusi yang terhambat, salah satunya karena efek virus corona, tapi nyatanya setelah distribusi dilakukan kembali, masih tetap langka,” kata Suparno kepada dero.ngawikab.id., Senin (9/11).

Ia mengatakan, petani yang mau memperoleh pupuk subsidi harus terdaftar dalam data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK dengan maksimal kepemilikan luasan lahan 2 hektare. Penyusunan e-RDKK dilakukan oleh kelompok petani dan dibantu oleh penyuluh. Pemasukan data di Desa Dero, kata dia, sudah dilakukan secara rapi dan terstruktur dari tingkat Desa ,kecamatan hingga kabupaten.

“Tapi, setelah sudah dimasukkan angka rekomendasi kebutuhan pupuk, alokasi pemerintah tidak sesuai. Misal dibutuhkan 150 kg per hektare, ini hanya 50 kg,” kata Suparno.

Perbedaan kebutuhan dan alokasi itu, menurut Suparno, disebabkan oleh pemangkasan anggaran tahun ini yang dialihkan untuk penanganan pandemi corona. Suparno menerangkan, pada MT I tahun lalu, distribusi pupuk berjalan aman sehingga terasa ketersediaan pupuk bersubsidi berlebih.

Karena itu, adanya gangguan logistik ditambah dengan pemangkasan pupuk subsidi akan sangat terasa bagi petani yang akan melakukan kegiatan pertanaman.

Menurut Suparno, keterbatasan pupuk subsidi itu bisa diatasi dengan menggunakan tambahan pupuk nonsubsidi. Namun, pada kenyataannya, pupuk non subdidi juga sulit didapat. Hal itu lantaran kios maupun distributor tak berani menyimpan banyak pasokan karena persentase kebutuhannya yang lebih kecil.

Selanjutnya Suparno juga mengatakan, masalah kelangkaan pupuk saat ini hampir terjadi di setiap daerah.

“Keluhan petani sama saja, sulitnya membeli pupuk bersubsidi,” ujar Suparno

Ia menyebut, salah satu penyebab masalah sulitnya memperoleh pupuk subsidi kali ini karena adanya penerapan Kartu Tani. Ia mengatakan, hal itu dibutuhkan penyesuaian dan sosialisasi yang lebih masif dari pemerintah.