DERO.NGAWIKAB.ID – Nestapa petani padi di Kecamatan Bringin, kabupaten Ngawi di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Pasalnya, di tengah kesulitan ekonomi yang dirasakan saat ini, para petani semakin terpuruk dengan nilai jual gabah yang anjlok.

Baca Juga : Dua Rayon PSHT Ranting Bringin Gelar Tes Sabuk Hitam

Puryanto salah satu petani Desa Dero Kecamatan Bringin, Ngawi mengaku saat ini nilai jual gabah anjlok. Gabah hanya dihargai Rp3.800 per kilo.

“Memasuki panen raya harga gabah turun. Sekarang cuma Rp3.800 aja. Biasanya sih sampai Rp4.500,” kata Puryanto, Selasa, 06/11/ 2020.

Sukamto petani lainnya mengatakan meski nilai jual gabah tidak sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan dengan modal menggarap sawahnya. Namun, mereka tidak dapat menunda waktu panen raya yang telah tiba waktunya.

“Harga anjlok begini, mau gimana. Enggak dipanen sudah waktunya panen raya. Kami enggak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten Ngawi dapat membantu menstabilkan nilai jual gabah kering di tingkat petani.

“Kami berharap harga jual bisa sesuai, minimal harga jualnya sama seperti sebelum masuk panen raya,” kata Sukamto.

Tak Kenal Maka Tak Sayang ,Baca Juga: Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero