DERO.NGAWIKAB.ID – Empat orang perempuan paruh baya tampak sibuk di tengah pertanaman padi sawah di Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Berulangkali mereka menghilang di tengah hijaunya sawah lalu muncul dengan segenggam rumput lalu melemparkannya di pematang.

Berita Terkait : MENENGOK AKTIVITAS BURUH TANDUR DI AWAL MUSIM PENGHUJAN

Kepada dero.ngawikab.id, Suminem, salah seorang buruh tani, mengatakan, mencabut rumput atau dalam bahasa jawa (Matun) adalah pekerjaan rutin. Seharusnya sudah dilakukannya seminggu yang lalu ketika rumput masih kecil. Keterlambatan mencabuti rumput di sawah karena cuaca yang tidak mendukung.

Menurutnya, rumput adalah satu tanaman yang harus dicabut ketika tanaman padi semakin tinggi. Saat ini, tanaman padi sudah memasuki umur 30 hari. Jika tidak diperhatikan dan dirawat dengan baik, pertumbuhan rumput akan semakin merajalela.

“Kalau tak dicabuti, nanti bisa lebih banyak rumput daripada padinya. Kita kan mau makan beras, bukan rumput,” katanya, Kamis (24/12/).

Pemilik Sawah, Puryanto mengatakan, rumput adalah tanaman liar yang tumbuh di pertanaman padi sawah. Rumput masuk dalam kategori gulma, yakni tanaman yang tumbuh liar di antara tanaman utama. Jika gulma di harian tumbuh, akan menjadi pesaing tanaman utama memperoleh nutrisi dari tanah dan sinar matahari.

Menurutnya, pencabutan rumput yang dilakukan buruh tani tersebut dilakukan seminggu lalu. Namun karena cuaca kurang mendukung, baru bisa dilakukan sekarang. “Kalau dibiarkan tumbuh, bisa menganggu produksi gabah. Makanya harus dicabut secepatnya,” ungkapnya.

Baca Juga :