DERO.NGAWIKAB.ID – Bertempat di halaman rumah Kasun Dusun kaliuluh Desa Kenongorejo acara tes kenaikan sabuk dari sabuk polos ke sabuk jambon sukses dilaksanakan. Sabtu (19/12) malam.

Acara tersebut diikuti sejumlah 6 siswa rayon kaliuluh Ranting Bringin dengan rincian 2 siswa putri dan 4 siswa putra. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Ranting Bringin Mas Sukiman ( panggilan akrabnya), sebagian pengurus ranting bringin, Kades Kenongorejo, Munadji yang juga merupakan warga PSHT dan sekitar 80 an warga wilayah kenongorejo.

Berita Terkait : Ciptakan Kondusifitas, Ketua Ranting SH Terate Bringin Lakukan Turba Rutin

Sebuah acara yang wajib dilaksanakan oleh setiap siswa PSHT dalam rangka meniti perjalanan mulai dari tingkat dasar menuju tingkat 1/warga. Secara prosedural ada beberapa syarat mutlak yang harus dilaksanakan oleh siswa PSHT dalam menjalankan tes kenaikan sabuk, antara lain: sudah mendapatkan materi pencak minimal tendangan maupun pukulan khas PSHT, mendapatkan senam dasar dengan jumlah tertentu dan juga sedikit senam toyak dan lain sebagainya.

Ujian Materi dan Mental di SH Terate

Saat di temui dero.ngawikab.id di lokasi, Mardji selaku pelatih utama Rayon tersebut   mengungkapkan, acara tersebut telah direncanakan dengan matang, baik dari segi material maupun dari segi acara, karena sebelumnya ia telah mengadakan agenda rapat bersama dengan jajaran pengurus rayon.

Untuk memaksimalkan jalannya acara tersebut, tidak sembarang warga ( sebutan pendekar tingkat 1)  yang boleh melakukan pengetesan, hanya warga terpilih atau yang telah diberi wewenang penuh yang bisa melakukan pengetesan terhadap siswa kenaikan sabuk tersebut.

Baca Juga : Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero

Senada dengan hal tersebut, Kasun kaliuluh, Senen yang juga merupakan warga PSHT menambahkan bahwasanya agenda tes kenaikan sabuk ini juga sudah waktunya dilaksanakan, mengingat materi yang sudah diterima oleh para siswa PSHT tersebut sudah memenuhi syarat dalam rangka tes kenaikan sabuk/ban.

Sementara Ketua Ranting Bringin, Sukiman dalam penyampaian ke SH an Nya,

“Pepatah mengatakan “berakit-rakit kita kehulu, berenang kita ketepian”, itulah gambaran yang cocok dan pas disematkan ke seluruh siswa PSHT,”ucapnya

Siapapapun mereka yang berlatih di PSHT, maka mereka pasti akan merasakan pahit getirnya berlatih baik berlatih secara fisik maupun berlatih secara kebatinan. Dan istilah “berlatih” tersebut tidak hanya dilakukan pada waktu masih siswa saja, tetapi sampai kapanpun “berlatih” bisa dilakukan walaupun sudah disahkan menjadi warga, karena ilmu dalam PSHT  tidak akan habis dipelajari selama kita mau belajar, dan yang tidak kalah penting lagi adalah ilmu yang ada di PSHT secara umum bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” Terang Sukiman

Di tempat yang sama, salah satu warga yang hadir, Gunawan Mengatakan,

“Kami sebagai warga PSHT merasa bangga dengan perkembangan dan existensi PSHT Ranting Bringin Cabang Ngawi Pusat Madiun. Dilihat dari sisi quantity, sekarang jumlah warga atau pendekar PSHT sudah mendominasi dibandingkan dengan jumlah pendekar dari perguruan lain, karena posisi PSHT sekarang adalah mayoritas alias bukan minoritas,” ucapnya

Lanjut Gunawan “Dilihat dari sisi quality, PSHT Ranting Bringin sudah lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun silam. Terbukti sekarang di Bringin telah ada latihan pencak silat prestasi yang di bina oleh Mas Santoso dalam sasana Panter Club dan telah menelurkan beberapa atlit yang tangguh dan handal,” jelas Gunawan

“Dan Mari kita bersama-sama dan bahu membahu menjadikan pencak di PSHT menjadi pencak yang berqualitas dan bermartabat dan juga menjadikan organisasi PSHT menjadi organisasi yang terstruktur, sistematis dan masif,” pungkasnya.

  • AJINING DIRI GUMANTUNG ING LATHI.
  • AJINING ROGO GUMANTUNG ING BUSONO.
  • OJO MUNG NGUMBAR NAFSU