DERO.NGAWIKAB.ID – Serangan hama keong mas atau Pomacea canaliculata lamarck yang menyerang lahan pertanian padi di Kecamatan Bringin, mulai meresahkan petani padi di wilayah tersebut.

Menurut Narti (40) salah satu petani di Desa Dero Kecamatan Bringin, serangan hama keong mas sudah menyerang padi usia muda kurang dari satu pekan setelah tanam. Akibatnya tanaman padi usia muda miliknya membusuk pasca-dimangsa keong mas pada bagian batang, daun bahkan rusak hingga ke bagian akar.

Baca Juga : Ndaut Menjadi Pemandangan, Yang Menarik Di Musim Awal Tanam Padi

Tanaman Padi akibat Hama Keong Mas

Akibat serangan hama keong mas yang kerap terjadi pada padi usia di bawah satu bulan tersebut, ia mengaku terpaksa harus melakukan penggantian bibit tanaman padi. Bibit tanaman padi varietas logawa yang diganti tersebut merupakan bibit yang dimangsa keong mas yang meletakkan telur pada batang padi. Serangan hama keong mas dalam beberapa petak bahkan membuat tanaman padi miliknya habis tak bersisa.

“Sebagian petak sawah yang sudah ditanami padi rusak dalam beberapa hari, meski sudah kerap dilakukan pembersihan dengan cara memungut keong mas dewasa dan telur sehingga saya harus mencari bibit pengganti,” terang Narti, salah satu petani di Desa Dero Kecamatan Bringin, saat ditemui dero.ngawikab.id , Rabu (03/12).

Supardi Sedang mengobat Keong Mas

Serangan hama keong mas juga diakui oleh pemilik lahan sawah lain bernama Supardi (44) meski tak separah yang dialami oleh petani lain. Ia mengaku, saat serangan hama keong mas menyerang tanaman padi miliknya sudah berusia satu Minggu sehingga ia lebih mudah mengendalikan hama tersebut, karena hama keong mas menyerang tanaman padi di bawah satu bulan.

Organisme pengganggu tanaman berupa keong mas, disebut Supardi, tetap bisa disiasati saat usia tanaman sudah berusia satu bulan mempergunakan cara alami. Cara alami tersebut diakuinya dengan rajin memungut telur dan keong mas muda untuk diberikan pada ternak bebek yang dimiliki bahkan bisa disemprot mempergunakan obat khusus pembasmi hama keong mas.

“Jika padi bisa melalui masa tanam usia satu bulan lebih, maka tanaman padi sudah tidak diserang karena batang dan daun sudah keras,” terang Supardi.

Selain melakukan proses penyulaman dengan segera, tanaman yang terserang hama keong mas diantisipasi menggunakan pagar plastik sebagai solusi. Pagar plastik mulsa disebutnya bisa dipergunakan agar keong mas dari lahan sawah milik petani lain tidak menyerang.

Selain itu proses pengeringan lahan bisa meminimalisir serangan hama keong mas, karena keong mas menyukai lahan berair. Penyiangan rumput juga sekaligus menjadi waktu melakukan pembersihan hama keong mas yang kerap dilakukan oleh Narti.

Baca Juga : Sekilas Profil Petugas Operator Website Resmi Desa Dero


Selain serangan hama keong mas pada masa pemupukan tahap pertama, Narti dan petani di wilayah tersebut mengaku masih kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Salah satu kendalanya, diakui Narti, terpaksa membeli pupuk non-subsidi.