DERO.NGAWIKAB.ID – Petani di Desa Dero Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi mulai menyedot air dari sumur bor untuk mengaliri lahan persawahan, lantaran dua pekan terakhir hujan tak kunjung turun . Hal ini dilakukan untuk mengatasi padi yang kekurangan air.

Berita Terkait :

“Matun” Hindari Penurunan Produksi Padi

Berdasarkan pemantauan dero.ngawikab.id, petani memanfaatkan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa mesin pompa menggunakan bahan solar.

Seperti yang diungkapkan, Suparno (39) petani di Desa Dero, Kecamatan Bringin, mengatakan dirinya sengaja menurunkan mesin pompa air untuk menyedot air dari sumur bor. Sebab, lahan persawahan miliknya yang sudah di tanami padi yang berumur 30 hari mulai mengering dan tampak retak-retak.

Lahan padi persawahan tampak Retak

“Sudah sekitar dua pekan ini tidak turun hujan dan air dari waduk pondok yang merupakan irigasi utama petani di desa kami belum ada indikasi kapan di buka oleh pengelola Waduk Pondok, Mau enggak mau harus sedot air dari sumur bor,” kata dia saat ditemui dero.ngawikab.id di area lahan sawahnya, Sabtu (26/12).

Baca Juga : Sambangi Poskamling, Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Hal senada diungkapkan Puryanto (50) yang juga merupakan petani desa Dero. Ia mengaku tidak ada cara lain agar lahan persawahan miliknya terairi. Ia terpaksa memompa air dari sumur bor dengan diesel berbahan solar.
“Jelas butuh air untuk pertumbuhan padi. Kalau enggak ada air gimana mau tumbuh. Ya, Mudah-mudahan beberapa hari kedepan turun hujan,” tandasnya.