DERO.NGAWIKAB.ID – Bupati Ngawi, Budi Sulistyono akhirnya memberikan ijin sekolah untuk membuka pembelajaran tatap muka dan diberlakukan bagi siswa kelas akhir, yakni untuk kelas 6 bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Kelas 9 bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kelas 12 bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Senin besok itu kita perbolehkan masuk sekolah khusus untuk murid dan siswa yang sudah duduk dibangku kelas kritis atau kelas akhir. Kelas itu sangat kita prioritaskan untuk menyelesaikan semua materi pelajaran di penghujung sebelum meningkatkan lagi di sekolah yang jenjangnya lebih atas,” kata Budi Sulistyono, Minggu, (3/1).

Untuk memastikan tidak ada penyebaran virus COVID-19 saat pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka tersebut, Kanang saapan akrab Bupati Ngawi mengaku semua siswa wajid di rapid test yang di biayai dari anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

“Rapid test dilaksanakan sebelum masuk sekolah di wilayah puskesmas masing-masing. Biaya rapid itu kita ijinkan bisa diambilkan dari anggaran BOS agar tidak membebani pemerintah daerah dan hal itu diperbolehkan dengan aturan diatasnya,” terang Kanang.

Selain melakukan rapid test,  juga dilakukan pembatasan jumlah siswa, yakni sepertiga dari kapasitas yang ada.

“Ketika masuk sekolah, jumlah siswa sangat dibatasi dan setiap kelasnya terisi sepertiga dari kapasitas yang ada. Pun jarak antar siswa menyesuaikan dengan protokol kesehatan yakni sekitar 1 meter serta proses pelajaran maksimal 3 jam,” tandas Kanang.

Baca Juga :

Sego Pecel, Kuliner Merakyat Harga Hemat

Sumber Berita : https://www.rmoljatim.id/2021/01/03/bupati-ngawi-ijinkan-sekolah-tatap-muka-untuk-kelas-akhir