DERO.NGAWIKAB.ID – Pemasangan jebakan tikus dengan memakai aliran listrik sangat membahayakan jiwa manusia. Telah beberapa kali jebakan tikus yang sengaja dipasang para petani, sampai membawa korban jiwa pemilik maupun orang lain.

Bahkan, sudah ada pemasang jebakan hama pengerat tersebut yang harus menerima sangsi hukum akibat jebakannya yang dipasang meminta korban jiwa orang lain. Namun hal tersebut tidak membuat para petani di Ngawi jera.

Dengan adanya permasalahan tersebut, akhirnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui peraturan daerah (perda) membuat larangan pemasangan jebakan tikus dengan aliran listrik.

Berita Terkait :

Seperti yang dilakukan oleh Forkompimcam Bringin pada Rabu (13/01) menggelar gropyokan tikus secara massal yang dipusatkan di area persawahan Gadungan Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin. Gerakan ini merupakan gerakan serentak di 19 kecamatan di canangkan pemerintah kabupaten Ngawi.

Camat Bringin di dampingi Kapolsek Bringin dan Koramil Bringin

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Bringin Supriyadi, Kapolsek Bringin, Koramil Bringin, PPL, Kepala Desa Sumber Bening bersama perangkat desa, Gapoktan dan serta puluhan petani.

“Dengan ini kita secara resmi melarang penggunaan aliran listrik untuk jebakan tikus. Sebagai solusinya, beralih ke gropyokan secara gotong royong dan pelepasan burung hantu,” jelas Supriyadi kepada dero.ngawikab.id

Dengan digelarnya gropyokan secara serentak tersebut diharapkan tidak ada lagi petani yang memasang jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik.

Supriyadi menambahkan, selama ini hama tikus memang sangat meresahkan bagi petani khususnya petani padi. Sebab dari serangan hama pengerat tersebut dapat memengaruhi hasil panen petani hingga berkurang sekitar 5 persen.

“Akibat serangan hama tikus dapat mempengaruhi hasil panen petani hingga 5 persen. Dengan adanya pengendalian hama tikus sistem gropyokan ini diharapkan dapat mengurangi hingga 3 persen,” ujarnya.

Babinsa dan petani sedang membakar semak karena di jadikan sarang tikus

Diharapkan dengan adanya sistem pengendalian hama tikus yang aman lingkungan dapat efektif dan meningkatkan hasil panen petani di wilayah Ngawi.

“Harapan kita dengan sistem pengendalian hama tikus yang aman dan ramah lingkungan ini dapat lebih meningkatkan hasil panen petani,” pungkasnya.

Sementara Kapolsek Bringin AKP Suparman mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program Pemkab Ngawi dalam menyosialisasikan larangan pemakaian aliran listrik dalam membasmi hama tikus.

“Dengan ini berarti pemasangan jebakan tikus memakai aliran listrik sudah secara resmi dilarang di Ngawi,” tegas AKP Suparman

Baca Juga :

Hadiri Musdesus Merupakan Peran Aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Dero