DERO.NGAWIKAB.ID – Mulai Senin 11 Januari 2021, pemerintah pusat memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi. Sedangkan di wilayah Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai tanggal 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021.

Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Kebijakan PPKM yng diberlakukan di Ngawi meliputi penerapan protokol kesehatan yang ketat di instansi dan wilayah masing-masing. Lalu kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (online).

Perbedaan antara PPKM dengan PSBB , Download

Selain itu, Kegiatan restoran/rumah makan/warung makan/PKL dan usaha sejenisnya untuk makan/minum di tempat dibatasi sebanyak 25% dari
kapasitas tempat, dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan
pukul 21.00 WIB serta jam operasional untuk Pusat Perbelanjaan/Toko Modern/Grosir/Toko
Kelontong sampai dengan pukul 19.00 WIB dan juga Tempat ibadah tidak ditutup melainkan dibatasi secara ketat dengan kapasitas maksimal hanya diperbolehkan 50% dari hari biasanya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Untuk menekan angka kasus Covid-19, kegiatan masyarakat yang bersifat menimbulkan keramaian dan kerumunan akan dibatasi. Kegiatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan/desa diaktifkan kembali dengan maksimal. Semoga dengan kebijakan ini secepatnya wilayah Ngawi cepat pulih seperti sediakala dan bangkit dari masa pandemi ini.

Baca Juga :

Kompak, Tiga Pilar Desa Dero Sosialisasikan SE PPKM Dengan Pasang Pamflet