DERO.NGAWIKAB.ID – Menjelang penyuntikan vaksin Covid-19, sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) mulai menggelar simulasi termasuk di Puskesmas Bringin. Hal ini dilakukan agar saat pelaksanaan vaksinasi nanti bisa berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Berdasarkan pantauan dero.ngawikab.id, selain dari petugas Puskesmas Bringin, tampak hadir beberapa petugas dari lintas sektor seperti Kapolsek Bringin, Koramil Bringin, Mereka juga terlihat serius memperhatikan setiap tahapan mulai pasien datang, mendaftar, menunggu antrian, penyuntikan, dan observasi.

Berita Terkait :

Kepala Upt Puskesmas, Katon Prasetyo Sedang memberikan penjelasan simulasi suntik vaksin

Kepala Upt Puskesmas Bringin, Katon Prasetyo S. Kep. Ners menjelaskan, adapun urutan seseorang yang akan mendapat vaksin Covid-19 yakni, pertama seseorang akan mendapatkan notifikasi sms blast dari pusat. Setelah itu, seseorang tersebut harus melaksanakan verifikasi untuk memilih fasilitas kesehatan (faskes) dimana akan disuntik vaksin.

“Jadi mereka yang mendapat sms harus mengisi poin-poin yang tersedia dalam sms itu,” katanya.

Katon mencontohkan, jika orang tersebut tinggal di Kecamatan Bringin, maka dia bisa melakukan vaksinasi di Puskesmas Bringin atau diluar wilayah Kecamatan Bringin.

“Misalkan seseorang tersebut bekerja di daerah Mantingan, dia bisa memilih fasilitas yang ada di Ngawi termasuk tanggal penyuntikan,” jelasnya.

Undangan Yang Menghadiri Acara Simulasi

Setelah memilih faskesnya lanjut Katon, seseorang harus datang sesuai dengan tanggal yang disebutkan dalam notifikasi sms. Menurutnya, apabila seseorang menentukan tanggal 18 Februari dan Faskenya di Puskesmas Bringin, maka ia harus datang. Jika tidak sesuai jadwal, tentu tidak bisa dilayani.

“Setibanya di lokasi, mereka wajib menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menunggu antrian dengan jaga jarak, dan sebagainya” jelasnya.

Baca Juga :

Masih menurut Katon, setelah masuk gilirannya, mereka tinggal mengikuti urutan seperti mendatangi meja pertama untuk verifikasi data. Disitu, petugas akan mencocokkan NIK pada KTP kepada petugas.

“Apabila sudah clear, merek masuk ke meja kedua untuk dilakukan screening seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, penyakit bawaan, dan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh petugas sesuai dengan blanko screening diaplikasi,” bebernya.

Kemudian meja ketiga, yaitu meja vaksinasi atau penyuntikan vaksin. Selanjutnya, meja keempat yang akan dilakukan pencatatan dan pelaporan. Disitu, sasaran akan mendapatkan kartu imunisasi yang menunjukkan jika ia sudah divaksinasi.

“Nah setelah dari meja keempat, seseorang dimasukkan ke ruang observasi selama 30 menit sekaligus diberikan penyuluhan tentang Covid-19 termasuk sesuatu yang terjadi pasca penyuntikan,” imbuhnya.

Disinggung kapan vaksinasi di Kecamatan Bringin mulai dilaksanakan, Katon mengatakan sampai sejauh ini belum ada penjadwalan. Namun informasi dari Dinkes ngawi akan dilaksanakan awal februari.

“Mengenai jumlah sasaran yang divaksin juga belum ada keterangan. Informasinya data akan diberikan data ketika H-1 pelaksanaan,” terangnya.

Katon menambahkan, sejauh ini pihak puskesmas juga sudah membuat microplaning mengenai pelaksanaan vaksinasi. Misalnya, vaksinasi dilakukan pada hari Selasa dan Kamis yang terbagi dalam dua sesi setiap harinya.

“Sesi pertama dilakukan pada pukul 09.00 WIB s/d pukul 10.30 WIB dengan jumlah sasaran yang akan di vaksinasi sebanyak 15 orang,” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan sesi kedua pukul 11.30 WIB s/d pukul 01.30 WIB juga dengan sasaran vaksinasi 15 orang. Artinya, dalam sehari bisa melayani sasaran vaksinasi sebanyak 30 orang.

Baca Juga, Pos Sebelumnya :

Peringati 7 Tahun Lahirnya Undang Undang Desa No 6 Tahun 2014, Kemendesa PDTT Gelar Pertemuan Secara Virtuals