DERO.NGAWIKAB.ID – Inspirasi kehidupan bisa datang dari mana saja entah itu dari manapun atau siapapun inpirasi tersebut. Seperti halnya kata bijak berbahasa Jawa yang berbunyi ojo rumongso biso nanging kudu biso rumongso. Arti kalimat bijak Bahasa Jawa ini adalah agar kita jangan pernah merasa bisa melakukan sesuatu yang hebat dan merendahkan orang lain. Sebaliknya, nasehat bijak Bahasa Jawa ini mengajarkan kita harus bisa merasakan kekurangan orang lain.

Falsafah ini mengharapkan manusia untuk selalu tahu diri dimana pun dia berada. Kata ojo rumongso berarti jangan merasa. Sedangkan biso berarti dapat, atau bisa itu sendiri. Jadi ojo rumongso biso berarti jangan merasa sudah bisa, sudah dapat mengerti dan mengerjakan sesuatu.

Baca Juga :

Lalu, nanging biso rumongso, berarti hendaklah bisa merasa, yang kalau dijabarkan, manusia diminta untuk mawas diri dan senantiasa tahu diri akan keterbatasannya sebagai insan. Orang yang selalu merasa bisa, cenderung bersifat sombong, dan orang yang bersifat sombong Tuhan tidak akan pernah suka. Tuhan bisa mengampuni apa saja kesalahan manusia tapi tidak untuk syirik dan sombong.

Sebaliknya, dengan biso rumongso, seorang manusia akan mendapat nilai lebih dan terhormat di masyarakatnya, karena dia dianggap sebagai orang yang rendah hati. Selain itu sifat-sifat tidak sombong dan pandai mengukur diri justru akan meningkatkan kredibilitasnya di lingkungannya.

Manusia seperti ini yang akan menikmati tenteramnya kehidupan, sebab pasti dia bisa menempatkan diri dengan baik di lingkungannya. Dalam falsafah yang lain tapi memiliki kemiripan arti disebutkan: Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka. Artinya, jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

Semoga artikel kata bijak Bahasa Jawa ini bermanfaat untuk kita semua.

Baca Juga :

Sosialisasikan PPKM, Polsek Bringin Laksanakan Patroli Dialogis