DERO.NGAWIKAB.ID – Langkah yang di tempuh Juyatno, warga Dusun Tegal Duwur Desa RT 04/RW 001, Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, patut kita acungi jempol. Ini di karenakan lantaran Ia rela menunda hajatan pernikahan anaknya demi menekan persebaran wabah virus corona (Covid-19) di Ngawi yang semakin meningkat.

Juyatno awalnya di beri undangan oleh satgas Covid-19 Desa Dero untuk datang di kantor Desa Dero dalam acara sosialisasi Surat Edaran Bupati Ngawi Tentang Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh satgas Covid-19 Desa Dero, Kades Dero, Bhabinkmtibmas dan Babinsa Desa Dero serta dua orang undangan yang akan melaksanakan hajatan pernikahan termasuk Juyatno.

Satgas Covid-19 Desa Dero, menjelaskan Surat Edaran Bupati Ngawi

Setelah mendengar Penjelasan Tentang Surat Edaran Bupati Ngawi Tentang PPKM dari Satgas Covid-19 Desa Dero, Juyatno mengatakan,

“ Saya menyadari dan menerima dengan ikhlas serta lapang dada untuk menunda hajatan pernikahan anak saya, tetapi untuk ijabnya tetap diadakan,” ujar Juyatno, Senin (11/1) Siang saat dikonfirmasi dero.ngawikab.id setelah kegiatan selesai.

Lanjut Juyatno, Dengan kerelaan hati ia mengajak bersama-sama melawan virus corona, terutama untuk wilayah Ngawi.

“ Mari Bersama kita lawan Covid-19 di Ngawi, Hari ini saya dan keluarga sepakat dan legowo untuk menunda hajatan pernikahan anak saya,” jelas Juyatno

Sebenarnya hajatan dilaksanakan 18 Januari 2021 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Juyatno, menjelaskan semua kebutuhan sudah dipesan, seperti sound system, kajang, kursi, dekorasi, rias pengantin, fotografer, video shooting, sebagian untuk perjamuan makanan sudah diberi down payment (DP) atau uang muka, dan undangan sebanyak 500 juga sudah beredar.

“Alhamdulillah yang memiliki jasa-jasa itu bisa memaklumi mengingat situasi meskipun belum tahu kapan dilaksanakan. Hampir semua sudah di-DP senilai Rp500 rb-Rp1juta. Termasuk hiburan Hadroh juga sudah diberi DP.

Juyatno menyadari keadaan yang terjadi sebagai upaya antisipasi persebaran virus corona di Ngawi dan kita sebagai masyarakat harus patuh kepada pemerintah toh semua juga demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya

Juyatno mengungkapkan untuk ijab tetap berjalan sesuai rencana tapi waktu ijabnya masih konsultasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Bringin pada Selasa besuk.

Baca Juga : Pemerintah Desa Dero Gelar Pra Musdes RKPDes TA. 2021