DERO.NGAWIKAB.ID – Curah hujan dengan intensitas lebat dalam beberapa hari terakhir terjadi di wilayah Ngawi dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam khususnya tanah longsor, Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya bersama Kodim 0805 Ngawi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Perhutani melakukan mitigasi bencana, Jum’at (19/02).

Wilayah lereng gunung Lawu bagian utara, tepatnya Dusun Karang Anyar, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, adalah salah satu lokasi yang di lihat, karena selama ini sangat rawan longsor dan lokasinya tidak jauh dari wisata air terjun Srambang.

Di tempat tersebut Forkopimda Ngawi melihat kontur tanah lereng bukit yang rata-rata memiliki kemiringan di atas 30 derajat.

Kondisi kemiringan perbukitan tersebut dinilai sangat rawan longsor, kendati masih banyak tegakan hutan pinus.

“Cek lokasi rawan tanah longsor bersama Forkopimda. Kita harus siaga hadapi bencana” ucap Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya

Menurut Perhutani BKPH kawasan Lawu Utara, setidak 21 titik rawan tanah longsor terdapat di lereng gunung Lawu bagian utara. Adapun lokasi titik rawan longsor itu berada di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kecamatan Kendal. Di lokasi rawan longsor itu tidak jarang banyak terdapat pemukiman penduduk.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: Cara Menggunakan Masker Yang Baik Dan Benar

Kondisi ini pula yang diantisipasi oleh Perhutani BKPH kawasan Lawu Utara. Budi Prihantono Asper Perhutani BKPH kawasan Lawu Utara mengatakan, wilayah empat kecamatan itu harus waspada ancaman bencana tanah longsor.

“Wilayah empat kecamatan yang berada di lereng gunung Lawu harus waspada ancaman tanah longsor,” ujarnya.

Guna mencegah timbulnya korban jiwa akibat tanah longsor, Perhutani BKPH kawasan Lawu Utara terus menyiagakan seluruh karyawan untuk lakukan pemantauan. Terutama saat turun hujan deras. Selain melakukan pantauan 1×24 jam di pos pantau.