DERO.NGAWIKAB.ID – Anomali cuaca yang cenderung basah akibat curah hujan tinggi memicu munculnya berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman padi. Seperti, wereng, potong leher dan tikus, hal ini juga ditunjang kerasnya angin yang menambah percepatan penyebaran.

Dan untuk mengantisipasi perkembangbiakan hama tersebut, petani Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi melakukan penyemprotan secara mandiri, Sabtu (20/02)

Baca Juga :

Saat ini kondisi tanaman padi wilayah dero khususnya hampir sebagian besar sudah mulai menguning.

Suratman sedang menyemprot padi

Suratman salah satu petani yang di temui dero.ngawikab.id, mengaku serangan wereng coklat dan potong leher saat ini sedang menyerang tanaman padi di beberapa area wilayah persawahan dusun tegal duwur.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi apalagi saat malam hari di tiga minggu terakhir ini menyebabkan serangan wereng coklat dan potong leher makin mengganas,”ungkap Suratman

Lanjut Suratman “Hama wereng coklat dan potong leher ini sangat fatal akibatnya bila tidak segera ditangani karena tanaman padi yang sudah menguning pun bisa hangus diserang hama tersebut perkembangannya sangat mengancam petani, dan merusak tanaman padi,” jelasnya.

Ia mengatakan dengan sering menyemprot di lahan pertaniannya ini diharapkan dapat menghentikan dan menghambat perkembangan hama wereng dan potong leher tersebut,” harapnya

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: Antisipasi Tanah Longsor, Forkopimda Ngawi Mitigasi Bencana

Di tempat terpisah, petani lainnya, Suparno mengaku pihaknya harus sering mengadakan penyemprotan agar wereng dan potong leher tidak menyerang tanaman padi.

“Penyemprotan ini memang untuk mengatasi serangan hama. Semoga dapat menghentikan perkembangbiakan wereng coklat dan potong leher yang merugikan,” tutupnya