DERO.NGAWIKAB.ID – Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit, warga masyarakat Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi tak lelah melaksanakan kerja bakti berupa bersih-bersih lingkungan, Minggu (21/2/2021) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan di RT 05 RW 01 Dusun Tegal Duwur Desa Dero, dengan melibatkan seluruh masyarakat, tokoh agama dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Dero, Ariyadi serta di dampingi sejumlah perangkat desa Dero. Fokusnya adalah melakukan pembersihan lingkungan, rumput dan menebangi pohon dan saluran yang tersumbat.

“Kerja bakti bersih-bersih lingkungan ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),” kata Ariyadi

Berita Terkait:

Sebagian warga menebangi pohon

Ariyadi menerangkan, kerja bakti ini bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit, maka masyarakat harus tanggap untuk melakukan antisipasi hal tersebut.

“Dengan adanya kerja bakti ini, maka lingkungan akan menjadi bersih dan sehat. Jika lingkungannya sudah bersih, maka nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa berkembangbiak. Dengan demikian, masyarakat terhindar dari penyakit DBD,” jelasnya.

Salah satu ibu-ibu semangat mengikuti kerja Bakti

Menurut Ariyadi, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penyakit adalah dengan membersihkan saluran air yang tersumbat sehingga dapat berfungsi dengan baik dan lingkungan menjadi sehat.

“Kerja bakti ini merupakan salah satu upaya untuk merekatkan kembali tali silaturahim antar warga yang ada di Desa Dero. Jika masyarakat selalu rutin menjaga kebersihan lingkungan, Insya Allah penyakit bisa kita cegah bersama-sama,” terangnya.

Kebersamaan dan kekompakan warga Dero dalam mengikuti kerja bakti

Dalam menghadapi cuaca yang ekstrem ini, Ariyadi mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selalu menjaga saluran air agar tidak tersumbat dan lingkungannya masing-masing.

“Melalui kerja bakti ini kami mengharapkan mampu tercipta lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari penyakit,” tegasnya.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya:

PEMERINTAH PERPANJANG KEBIJAKAN PPKM MIKRO HINGGA 8 MARET 2021

Yang paling utama tambah Ariyadi, pihaknya berkeinginan bisa mengembalikan kembali citra budaya gotong royong masyarakat yang saat ini sedikit demi sedikit mulai tergerus. “Dari dulu, masyarakat desa Dero itu terkenal dengan budaya gotong royong. Namun saat ini budaya itu sudah mulai berkurang. Oleh karena itu, kami akan mencoba membangkitkan kembali budaya gotong royong tersebut, minimal dengan kerja bakti membersihkan lingkungan,” pungkasnya.