DERO.NGAWIKAB.ID – Sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Ngawi menjalani suntik vaksinasi Covid-19 tahap kedua di kantor Dinas Kesehatan pada Kamis (11/02/2021) pagi.

Penyuntikan vaksin Sinovac sebagai vaksin Covid-19 untuk tahap kedua itu dilakukan sama terhadap ke sepuluh orang pejabat yang sebelumnya sempat menjalani penyuntikan vaksin tahap pertama pada pada Rabu (27/01/2021) lalu.

Baca Juga : VAKSIN SINOVAC TAHAP PERTAMA TIBA DI NGAWI

Pejabat yang disuntik vaksin tersebut di antaranya Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Komandan Kodim 0805 Ngawi Letkol Inf Totok Prio Kismanto, Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Kepala Kejaksaan Negeri Ngawi Ali Sunhaji, Danyon Armed 12 Letkol Arm Ronald Febriano Siwabessy, wakil Bupati Ngawi terpilih Dwi Rianto Djatmiko, Kepala BPBD Ngawi Prila Yudha Putra dan mantan Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi dr. Yudono mengatakan sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua sama seperti tahap pertama kepada sepuluh pejabat.

Pascavaksinasi tahap pertama, Kadinkes Ngawi menyampaikan mereka yang menerima vaksin sempat mengalami keluhan panas dingin, ngilu dan lapar. “Mereka yang menerima vaksin akan mendapatkan kekebalan anti bodi tubuh setelah 21 hari pascavaksin. Imunitas tubuh sudah terbentuk maksimal” jelas dr. Yudono.

Lebih lanjut Yudono menjelaskan imunitas kekebalan tubuh terhadap virus Corona akan bertahan selama empat hingga enam bulan. Namun menurut Universitas Airlangga imunitas kekebalan bisa bertahan hingga satu tahun. Setelah itu harus dilakukan vaksinasi ulang.

Baca Juga : Buka Munas Apeksi, Presiden Minta Pemda Perbanyak Program Padat Karya

Sementara terkait vaksinasi untuk masyarakat, Kadinkes menyatakan menunggu selesainya pelaksanaan vaksinasi bagi Forkopimda, tenaga kesehatan, TNI Polri dan organisasi perangkat daerah terkait penanganan Covid-19, selanjutnya baru masyarakat. “Vaksin Covid-19 sudah digunakan 90 persen lebih dari vaksin yang telah diterima. Sedangkan sisanya ada yang gagal dan ditunda,” jelasnya.

Sayangnya, saat ditanya berapa persen tingkat kegagalan vaksinasi pada tahap pertama, Kadinkes belum bisa menjawab tegas. Hanya saja, Kadinkes Ngawi menyampaikan kegagalan vaksinasi karena faktor kesehatan, seperti darah tinggi dan permasalahan jantung.