DERO.NGAWIKAB.ID – Menanam padi pada musim penghujan menjadi berkah tersendiri bagi para petani karena secara tidak langsung kebutuhan akan air untuk tanaman padi sudah terpenuhi. Akan tetapi di sisi lain, bagi para petani yang padinya sudah mulai menua seringkali akan menjadi was-was karena takut padinya akan mudah roboh akibat hujan lebat ataupun angin kencang.

Apabila hal ini tidak segera diantisipasi maka potensi kehilangan hasil panen akan menjadi lebih besar karena tanaman padi yang sudah roboh biasanya akan mengalami gangguan pada proses transfer unsur hara yang akhirnya akan berpengaruh pada tidak berkembangnya bulir padi.

Selain karena faktor hujan lebat, tanaman padi yang mudah roboh juga bisa disebabkan karena kondisi tanaman padi yang terlalu gemuk sehingga batang tanaman padi tidak kuat untuk menopang daun dan malai padi yang tumbuh lebat.

Pangkal batang tanaman yang busuk akibat penggenangan air yang terus-menerus tanpa adanya pengaturan pengairan juga dapat menyebabkan tanaman padi menjadi mudah ambruk/roboh.

Baca Juga : PANEN DINI KARENA PADI ROBOH,KATA PETANI DESA DERO: SAKITNYA TUH DI SINI

Berbagai cara sudah dilakukan oleh petani dalam rangka untuk mengendalikan roboh padi tersebut salah satunya adalah dengan melakukan pengikatan pada tanaman padi. Akan tetapi cara tersebut dirasa kurang berhasil karena padi yang sudah terlanjur roboh tetap tidak dapat melakukan proses pengisian bulir secara maksimal.

Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya roboh pada tanaman padi tersebut, sebaiknya para petani bisa menerapkan langkah-langkah seperti yang ada di bawah ini:

  • Menanam varietas benih padi unggul dan pendek

Penanaman varietas benih padi ini disesuaikan dengan musim yang saat itu sedang terjadi. Biasanya roboh pada tanaman padi akan terjadi saat musim penghujan. Petani dianjurkan untuk menggunakan varietas benih padi yang tidak terlalu tinggi, seperti varietas Mekongga.

  • Mengurangi dosis pemupukan Urea (N)

Mengurangi penggunaan pupuk dengan unsur N yang berlebih semisal Urea, karena pupuk jenis ini dapat mengakibatkan daun terlalu lebat dan tanaman terlalu gemuk. Gunakan juga pupuk ZA atau NPK karena pupuk ini bisa menguatkan batang tanaman padi.

  • Pemupukan berimbang menggunakan NPK

Kita mengetahui pupuk NPK merupakan salah satu pupuk majemuk yang dikategorikan cukup lengkap, karena mengandung Urea (N), SP36 (P) dan Kcl (K). Dengan menggunaka NPK tanaman padi akan tercukupi nutrisinya sehingga tanaman padi akan lebih kuat dalam menopang batang dan malai disaat musim hujan.

  • Menggunakan pupuk berbahan organik

Penggunaan pupuk berbahan organik sangat diperlukan tanaman, selain untuk pertumbuhan tanaman seperti akar, batang dan daun, kebutuhan nutrisi mikro yang terdapat pada bahan organik sangat dibutuhkan tanaman untuk memperkuat batang padi.

  • Pemotongan daun bagian atas

Pemotongan daun bagian atas ini dapat dilakukan apabila petani sudah melakukan pemupukan secara berimbang akan tetapi kondisi tanaman padi masih saja terlalu gemuk. Pemotongan dapat dilakukan dengan menghilangkan bagian pucuk daun kurang lebih 10-15cm pada saat umur tanaman 45-50 hst dan jangan lebih dari itu. Pemotongan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang ditopang batang tanaman padi, agar nantinya saat terkena hujan batang kuat menopang.

  • Penggunaan metode jarak tanam legowo

Dengan menggunakan metode tanam jajar legowo maka jumlah rumpun padi dapat meningkat sehingga membuat tanaman padi menjadi lebih kokoh jika ditiup angin.

Demikian penjelasan tentang cara mencegah agar tanaman padi tidak mudah mengalami roboh. Apabila semua cara di atas sudah dicoba tetapi tanaman padi tetap saja roboh, maka bisa jadi curah hujan dan angin di tempat atau di sawah tersebutlah yang terlalu tinggi, sehingga tanaman padi tidak dapat menopang dirinya sendiri.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :

BLT Dana Desa Tahap Satu di Kecamatan Bringin Akan Segera Cair, Ini Jadwal Lengkapnya

Referensi:

kabartani.com

sampulpertanian.com

kliktani.com

gampongcotbaroh.desa.id

bitra.or.id