DERO.NGAWIKAB.ID – Hujan yang berkepanjangan satu setengah bulan terakhir di kabupaten Ngawi, khususnya di desa Dero Kecamatan Bringin, menyulitkan petani jagung menjemur hasil panennya. Pasalnya, mereka tidak bisa mengeringkan jagung yang sudah dipipil.

Baca Juga: PETANI DERO, MENCOBA HAL BARU DENGAN BERTANAM BAWANG MERAH

Hal itu disampaikan Sumanto, salah seorang petani dusun Tegal Duwur Desa Dero, Jum’at (12/2).

Menurutnya, sejauh ini petani jagung di Kecamatan Bringin, khususnya di desa Dero, masih mengandalkan panas matahari. Bila matahari tidak bersinar, karena terhalang hujan, maka petani jagung akan kesulitan.

“Bila hujan berkepanjangan adakalanya jagung pipil petani rusak karena tidak bisa dikeringkan dengan baik,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, diperlukan mesin pengering. Namun petani belum mampu membelinya, baik secara pribadi, maupun secara berkelompok. Karena itu, Sumanto berharap pemerintah kabupaten membantu pengadaan mesin pengering biji jagung dimaksud.

“Kami sangat berharap, kiranya Pemkab Ngawi khususnya dinas pertanian bersedia membantu pengadaan mesin pengering biji jagung, agar kami tidak selalu kesulitan di musim hujan,” harap Sumanto

Jagung kini banyak diminati petani, sebagai tanaman pengganti padi. Penyebabnya, harga jual jagung relatif stabil, dan perawatan tanaman tidak begitu sulit,” pungkasnya

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya:

Forkopimda Ngawi Jalani Suntik Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua