DERO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka percepatan pemulihan wabah Covid-19, Puskesmas Bringin melakukan kegiatan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Muspika bringin dan pejabat pelayan publik di wilayah kecamatan Bringin.

Hal itu dilakukan karena seluruh tenaga kesehatan di wilayah kecamatan Bringin dipastikan telah mendapatkan vaksin, target vaksinasi berikutnya adalah petugas layanan publik.

Baca Juga: SEBAGAI GARDA TERDEPAN, NAKES PUSKESMAS BRINGIN DISUNTIK VAKSIN

Vaksinasi dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB di Area Pelayanan Vaksinasi Covid-19 UPT Puskesmas Bringin, jalan raya Sidokerto Bringin No. 02 Krompol Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Selasa (02/3).

Sesuai jadwal yang dirilis UPT Puskesmas Bringin, vaksinasi dilaksanakan dalam 3 hari yakni 2 maret sampai 4 maret  2021.

“Jadi setelah tenaga kesehatan kita langsung ke pejabat, kepolisian, kepala desa dan perangkat desa dan kader desa. Kita targetkan minggu awal maret selesai,” ungkap Katon Prasetyo, Kepala UPT Puskesmas Bringin saat hubungi dero.ngawikab.id, via telepon seluler.

Hari pertama pelaksanaan vaksinasi diikuti Muspika dan ASN di lingkup Kecamatan Bringin dan jajaran Polsek Bringin.

“Dan untuk kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Bringin, akan dilaksanakan besuk, tanggal 3 Maret 2021”, ujar Katon

Katon menyebutkan, total target vaksinasi menyasar kepada 203 petugas layanan publik di wilayah Kecamatan Bringin.

“Kita sebenarnya target total 203 orang. Jadi hari ini kita targetkan 61 orang, kemudian hari Rabu 70 orang, dan sisanya 72 orang hari kamis,” jelas Katon.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: Lantik PAW Anggota BPD Desa Dero, Camat Bringin Harap Kuasai Tupoksi

Katon juga menambahkan, vaksinasi ini bertujuan untuk membentuk imunitas atau kekebalan komunitas. Terlebih lagi target vaksinasi merupakan petugas layanan publik yang mempunyai mobilitas dan interaksi sosial yang cukup tinggi dalam melayani masyarakat.

Dengan potensi penularan yang cukup tinggi, itulah sebabnya petugas atau pejabat publik mendapatkan prioritas vaksin setelah tenaga kesehatan. Alasan lain di balik itu, untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan meskipun dalam masa pandemi Covid-19.