DERO.NGAWIKAB.ID – Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadan mempunyai kemuliaan tersendiri apalagi jika mampu mengkhatamkannya.

Artinya, sekarang ini menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk bisa menyelesaikan.

Berbicara mengenai kemuliaan Al-Qur’an di bulan Ramadan, surah Al-Baqarah ayat 185 mampu menjelaskannya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…….”.

Selain itu, dalam surah Al-Qadr juga menyebutkan bahwa:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”.

Baca Juga:

Melirik dua surah yang tertera di atas, maka bulan Ramadan ini adalah peluang untuk mengkhatamkan (membaca hingga selesai) Al-Qur’an yang berisi sebanyak 30 juz tersebut.

Tadarus Al-Qur’an

Melalui salah satu riwayat hadis Bukhari, sebagaimana dikutip laman NU Online, terdapat penjelasan mengenai didatanginya Nabi Muhammad SAW oleh malaikat Jibril demi mengajarkan Al-Qur’an. Secara lengkap, bunyi hadis tersebut adalah sebagai berikut:

“Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril As menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.”

Berdasarkan hadis di atas, maka tadarus atau pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama dalam bulan Ramadan pun sudah memperoleh kesunahan.

Bahkan, ditambahkan bahwa Rasulullah SAW juga mengkhatamkannya sekali pada bulan Ramadan bersama malaikat Jibril.

Seperti mengutip laman Suara Muhammadiyah, mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadan ini bisa dilakukan ketika sedang mengerjakan salat atau di luar salat, dengan cara membetulkan bacaan dan hafalan pada orang yang mumpuni, dan sekaligus dapat mengamalkan kandungannya dalam kehidupan yang dijalani.

Doa Ramadhan Hari ke-13
Berikut adalah doa puasa hari ke-13 dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya
.

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Latin:

Allâhumma thahhirnî fîhi minad danasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi ‘alâ kâinâtil iqdâr, wa waffiqnî fîhit tuqâ wa shuhbatal abrâr, bi’awnika yâ Qurrata ‘aynil masâkîn.

Artinya:

“Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak. Dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.”

Sumber : tirto.id

Baca Juga Pos Berita Sebelumnya: