DERO.NGAWIKAB.ID – Sahur merupakan salah satu contoh ibadah sunah selama bulan Ramadan. Meskipun bukan termasuk kewajiban dalam puasa, sahur mempunyai kemuliaan tersendiri hingga menjadi salah satu perkara yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Dalam riwayat Ibnu Majjah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Hendaklah kalian makan sahur, sebab dalam sahur ada berkahnya,” (HR. An-Nasa’i).

Maka, ibadah sahur pun mempunyai kemuliaan. Demikian dalam pandangan Rasulullah SAW hingga ia menyebutkan di dalamnya terdapat berkah tersendiri.

Terkait manfaat, sahur juga dapat memberikan energi tambahan terutama ketika menjalankan ibadah puasa dalam sehari.

Maksudnya, jika sahur sudah dilakukan, setidaknya sudah ada energi yang tersimpan di dalam tubuh ketika melaksanakan ibadah puasa tersebut.

Berbicara manfaat sahur, dalam hadis lain Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa:

“Manfaatkanlah makan sahur untuk menolongmu puasa di siang hari, dan tidur siang untuk bangun malam,” (HR Ibnu Majah).

Baca Juga :

Dalam menjalankannya, sahur sunah dilangsungkan di akhir waktu. Hadis Shahih Muslim menuliskan:

“Janganlah kalian terpedaya (untuk tidak makan sahur) oleh adzan Bilal di waktu sahur, dan jangan pula oleh cahaya putih ini hingga telah tersebar (cahayanya di ufuk)”.

Melalui versi lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur”.

Artinya, seperti dijelaskan oleh Muhammad Ishom dalam “Makin Dekat dengan Waktu Subuh, Sahur Makin Baik”, semakin dekat dengan waktu subuh, maka sahur bisa menjadi semakin baik.

Dengan catatan bahwa tetap untuk membuat perkiraan mengenai waktu yang dibutuhkan demi melangsungkan sahur dengan lamanya waktu yang tersedia hingga memasuki salat subuh.

Hikmah Sahur di Bulan Ramadan

Beberapa hikmah bisa didapatkan ketika seorang muslim melangsungkan ibadah sahur di malam hari. Melalui sunahnya, Rasulullah memerintahkan kepada umat Islam untuk menjalankan sahur.

Hal tersebut bisa dianggap sebagai wujud kasih sayang kepada para umatnya hingga memiliki tenaga untuk melaksanakan aktifitas setiap hari kendati dalam kondisi berpuasa.

Selain itu, menilik waktunya yang lebih utama di akhirkan, hal ini juga bertujuan agar selasai sahur maka dapat sembari menunggu waktu subuh tiba.

Waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk ibadah lainnya, seperti salat sunah, membaca Al-Qur’an, atau dengan zikir.

Merujuk salah satu hadis, makanan sahur juga tidak akan dihisab. Bunyi hadis tersebut ialah:

“Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah swt, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain”.

Lainnya, sahur merupakan pembeda dengan jenis-jenis puasa yang sudah dilakukan oleh para umat terdahulu. Riwayat At-Tirmidzi menuliskan:

“Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab ialah makan sahur”.

Doa Hari Puasa ke-15

Berikut adalah doa puasa hari ke-15 dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Latin:

Allâhummarzuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în, wasyrah fîhi shadrî bi-inâbatil mukhbitîn, biamânika yâ Amânal khâifîn.

Terjemahan:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.”

Sumber : tirto.id

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :