DERO.NGAWIKAB.ID – Bulan Ramadan adalah bulan sedekah. Apalagi jika sedekah tersebut dikerjakan dalam keadaan sedang berpuasa.

Melalui riwayat hadis Muslim, dari Abu Hurairah ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan sekehendak Allah.

“Allah berfirman, “Kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia tinggalkan makan dan minumnya karena Aku.

“Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, satu kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka, dan satu kebahagiaan lagi ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi,”

Dari hadis tersebut, dapat diperoleh pengertian bahwa Allah SWT pastinya bakal melipatgandakan amalan manusia hingga disebut mencapai sebanyak ratusan kali.

Memanfaatkan momentum bulan Ramadan, seorang muslim yang dalam kondisi berpuasa dapat memperbanyak sedekahnya.

Dalam sebuah kesempatan, Nabi Muhammad SAW juga pernah ditanya oleh seorang sahabat terkait sedekah yang paling utama. Ketika itu, Rasulullah SAW pun menjawab dengan bersabda:

“Sedekah di bulan Ramadan,” (HR At-Tirmidzi).

Manfaat Sedekah Bulan Ramadhan
Versi lain, sebagaimana mengutip laman NU Online, terdapat hadis yang menyatakan bahwa Rasul semakin memperbanyak amal sedekahnya selama bulan Ramadan.

Baca Juga :

Melalui riwayat Bukhari dan Muslim, dituliskan bahwa:

“Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan”.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam video “Sedekah Membawa Berkah” menyatakan, sedekah merupakan ajaran Islam untuk mengajak manusia memberikan harta dari apa yang dimilikinya.

“Sedekah biarpun hanya sebagian, tetapi bisa membawa kemaslahatan untuk orang banyak,” ujarnya.

Sedekah, kata dia, merupakan perintah yang melekat dalam nilai-nilai yang luhur dalam kehidupan. Bahkan orang yang bersedekah, mata rantai pahalanya sampai ke yaumul akhir.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apabila mati anak cucu adam, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, kedua ilmu yang dimanfaatkan, ketiga anak soleh yang mendoakan kedua orangtuanya,” (HR. Muslim).

Karena itu, tambah Haedar, marilah hidup dengan menyuburkan sedekah yang punya nilai berlipat ganda di mata Allah SWT.

“Dengan sedekah kita bisa bisa berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, peduli terhadap mereka yang menderita, dan kita bisa memeratakan rezeki kita. Insya Allah dengan sedekah kita tidak pernah kekurangan rezeki, bahkan berkah Allah akan turun buat mereka yang gemar bersedekah,” tukasnya.

Doa Puasa Hari ke-18 :

Berikut adalah doa puasa untuk hari yang ke-18 dalam bentuk bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Allahumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bi dliyâ’i anwârihi wa khudz bi kulli a’dlâ’i ilâ ittibâi âtsârihi bi nûrika yâ munawwira qulûbil ‘ârifîn

Terjemahannya:

“Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya. Dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif”.

Sumber : tirto.id

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :