DERO.NGAWIKAB.ID – Mengerjakan puasa merupakan salah bentuk ketakwaan manusia terhadap Sang Pencipta. Puasa Ramadan adalah salah satu ajaran yang wajib dilaksanakan.

Namun demikian, ada keringanan bagi beberapa pihak untuk tidak melaksanakannya dengan disertai syarat.

Seperti bagi para musafir dan orang yang sakit. Dua hal tersebut diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Maka, alangkah baiknya jika dalam menjalani bulan ini, bisa diisi dengan beberapa ibadah.

Selain puasa yang memang sudah menjadi kewajiban, membaca doa juga termasuk salah satu caranya.

Baca Juga :

Doa Puasa Hari ke-9
Berikut adalah doa puasa hari ke-9 di bulan Ramadan dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Allâhummaj’allî fîhi nashîbam mir rahmatikal wâsi’ah, wadinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah, wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah, bimahabbatika yâ Amalal musytâqîn.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu”.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT telah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Sekilas mengenai keterangan ayat di atas, bisa diketahui bahwa bulan Ramadan merupakan permulaan Al-Quran diturunkan pada malam lailatulqadar sebagai petunjuk tentang kebenaran agar manusia dapat membedakan antara yang hak dan bathil.

Artinya, bulan yang suci ini adalah kesempatan yang sangat besar bagi umat manusia untuk memanjatkan segala doanya. Apalagi ada perintah untuk menjalankan ibadah puasa.

Masih di ayat yang sama, Allah SWT juga memberikan keringanan terhadap manusia untuk tidak melaksanakan kewajiban berpuasa. Akan tetapi, hal itu hanya berlaku bagi orang yang sakit atau orang yang sedang dalam perjalanan.

Maka, bagi pihak yang memenuhi dua persyaratan tersebut, bisa saja tidak melangsungkan perintah puasa. Namun, tetap menggantinya di lain hari sesuai dengan jumlah yang ditinggalkan.

Mengutip laman NU Online, musafir atau orang yang bepergian juga boleh saja melanjutkan ibadahnya apabila ia merasa kuat untuk mengerjakan puasa.

Sedangkan bagi yang merasa berat, bisa berbuka. Bahkan dihukumi makruh jika tetap saja memaksakan diri untuk puasa.

Sebagai keterangan tambahan, ada pula orang yang boleh untuk tidak berpuasa dan tidak wajib menggantinya. Akan tetapi, ia harus membayar fidyah alias memberi makan sehari untuk orang miskin.

Golongan yang termasuk ke dalamnya adalah orang yang berumur sangat tua serta lemah, wanita yang menyusui serta merasa khawatir terhadap kesehatan anaknya, wanita yang mengandung dan khawatir terhadap kesehatan dirinya, dan bagi orang sakit yang sudah lama serta tidak ada harapan untuk memperoleh kesembuhan.

Sumber : tirto.id

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: