DERO.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi rencana Pemerintah Malaysia yang akan memulangkan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) dalam waktu dekat. Langkah itu disiapkan guna mencegah dampak penyebaran wabah covid-19.

Hal itu terungkap dalam rapat terbatas terkait kepulangan PMI asal Ngawi. Rapat dipimpin Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko dan diikuti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Tenaga Kerja.

Baca Juga :

Lebih lanjut Antok -sapaan akrabnya- menyampaikan bahwa para PMI yang datang harus menjalani pemeriksaan protokol kesehatan secara ketat. Baik PCR (polymerase chain reaction) ulang dan karantina atau isolasi.

Selanjutnya sesuai prosedur protokol kesehatan, para PMI asal Ngawi yang sudah tiba akan kembali menjalani isolasi setidaknya selama tiga hari di Agro Tekno Park Ngrambe. Padahal sebelumnya, para PMI asal Ngawi tersebut sudah sempat menjalani masa isolasi selama dua hari di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Yang jelas pastikan kehadiran para PMI dalam kondisi sehat dan bebas dari covid-19. Selain itu, kehadiran mereka bukan sebagai pembawa virus” ucapb Antok.

Selain itu kepulangan para PMI tidak dapat ditolak kendati di tengah masih mewabahnya covid-19.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi Jusuf Rosyadi belum bisa memastikan jumlah pekerja migran asal Ngawi yang pulang.

Namun, ia menegaskan ada sejumlah pekerja migran asal Ngawi yang kepulangannya ke Indonesia sempat transit di Singapura yang dikhawatirkan terpapar covid-19. Terlebih Singapura kini sudah mewabah virus Corona dari India yang lebih ganas.

“Pekerjaan tidak ada batas, namun butuh kecepatan. Pastikan pekerja migran Indonesia sampai rumah dan tidak terpapar covid-19,” ucap Jusuf.

Sementara, menurut data Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, pekerja migran asal Ngawi yang telah pulang sebanyak 11 orang. Sedangkan total ada 5.881 PMI asal Ngawi bekerja di luar negeri dari tahun 2018 hingga 2021.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: