DERO.NGAWIKAB.ID – Balai Pelestarian Situs Manusia Purba ( BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen Jawa Tengah kembali mengadakan kegiatan pelestarian cagar budaya di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kegiatan eksplorasi untuk menggali potensi cagar budaya manusia purba tersebut adalah tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan 2 tahun yang lalu dengan lokasi yaitu di Dusun Tegal Duwur Desa Dero. Akan tetapi kegiatan kali ini lebih memfokuskan pada pemetaan, verifikasi dan validasi data geologi serta arkeologi di lokasi-lokasi sebaran temuan. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk bahan pengajuan penetapan lokasi terpilih tersebut yaitu Desa Dero sebagai situs atau kawasan cagar budaya.

Pemetaan Lokasi kegiatan

Pengumpulan data terkait pemetaan dan lokasi-lokasi temuan dilaksanakan dengan cara survei pada luasan formasi-formasi geologis yang berpotensi mengandung temuan fosil-fosil dan artefak. Dokumentasi foto udara dan pengecekan titik-titik koordinat pada survei ini akan menjadi konfirmasi awal penentuan delineasi atau batas-batas situs/kawasan cagar budaya dero.

Selain pengumpulan bahan untuk keperluan penetapan situs/kawasan dero, kegiatan yang dilaksanakan tanggal 01-12 April 2021 oleh delapan tim dari BPSMP Sangiran ini juga akan menghasilkan naskah kajian nilai penting temuan-temuan artefak dan fosil yang akan disampaikan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Ngawi sebagai bahan kajian rekomendasi TACB kepada pimpinan Daerah Kabupaten Ngawi agar dapat ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya.

CamScanner-04-04-2021-18.40

Download Surat Resmi Rekomendasi Penelitian Disini

Haris Rahmanendra, S.S.,M.Se, selaku ketua tim dari BPSMP Sangiran saat ditemui dero.ngawikab.id, Proses penetapan benda cagar budaya menjadi tahapan pertama yang harus dilalui untuk dapat melakukan penetapan situs/kawasan cagar budaya,” ujarnya

Lanjut Haris,” Harus disadari bahwa penetapan situs/kawasan cagar budaya dero melalui proses panjang yang tidak dapat dilakukan oleh BPSMP Sangiran saja, sinergi dan kerjasama untuk menemukan kesepahaman bersama melibatkan stakeholder dari berbagai komunitas dan instansi terutama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Ngawi sangat di perlukan,” terangnya

Penggalian Bekas Penelitian Tahun 2019

Haris menambahkan,” Oleh sebab itu dalam kegiatan kajian ini, kami tim dari BPSMP Sangiran menggandeng masyarakat (para pelestari), Pemerintah Desa Dero dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ngawi untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini,” pungkasnya

Baca Juga, Pos Sebelumnya:

Perlu diketahui potensi Dusun Tegal Duwur Desa Dero secara arkeologis dan geologis memiliki kedudukan yang kuat untuk mengungkapkan kehidupan purba di Jawa. Hasil-hasil penelitian telah menunjukan nilai penting wilayah Desa Dero dalam sejarah kehidupan manusia sejak jutaan tahun silam. Pelestarian menjadi tahap selanjutnya agar nilai penting tersebut dapat terjaga dan lebih jauh lagi dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi dan koordinasi stakeholder dalam setiap kegiatan ini menjadi bagian perencanaan yang komprehensif untuk pelestarian cagar budaya di desa dero yang berkelanjutan.