DERO.NGAWIKAB.ID – Anak kecil yang belum balig tidak diwajibkan menunaikan puasa Ramadan.

Namun, terkadang ketika melihat teman-temannya berpuasa, tak jarang anak meminta orang tuanya untuk turut berpuasa bersama.

Kadang kala, anak kecil khawatir diejek sebayanya karena dianggap masih kecil, anak manja, dan belum dewasa. Jika tak ada paksaan, maka orang tua dapat mengarahkan anaknya untuk berlatih puasa.

Kendati tidak diwajibkan, anak kecil yang terbiasa beribadah kepada Allah SWT tetap memperoleh pahala dan dijanjikan naungan di hari Kiamat.

“Ada tujuh orang yang akan Allah naungi di Naungan-Nya pada Hari ketika tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya: seorang pemimpin yang adil, seorang anak yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah … ” (H.R. Muslim).

Baca Juga :

Dalam buku Risalah Ramadan, Puasa, dan Idul Fitri (2016), disebutkan terdapat dua hikmah membiasakan anak kecil berpuasa selama Ramadan.

  1. Melatih Kedisiplinan

Anak yang dibiasakan berpuasa Ramadan akan melatih kedisiplinannya dalam beribadah kepada Allah SWT. Disiplin berpuasa melatih emosi, fisik, dan empatinya.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, melainkan juga melatih kesabaran bagi Si Kecil.

Jikapun anak tidak tahan berpuasa seharian, orang tua dapat menerapkan jadwal buka puasa di siang hari, kemudian melanjutkan lagi puasa anak kecil tersebut.

Pembiasaan ibadah puasa ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Kebaikan itu harus diadatkan [dibiasakan],” (H.R. Ibnu Majah).

  1. Menumbuhkan Rasa Empati

Salah satu hikmah puasa adalah untuk menumbuhkan empati kepada fakir dan miskin. Membiasakan anak berpuasa mengajak mereka merasakan derita yang dialami orang-orang miskin yang sehari-hari merasa lapar.

Kendati demikian, orang tua tidak boleh memaksakan anak untuk menjalankan ibadah yang belum menjadi kewajiban mereka. Pembiasaan berpuasa harus sesuai dengan kerelaan anak dan mendidik mereka berdisiplin, serta berempati kepada orang-orang fakir dan miskin.

Doa Puasa Hari ke-24 Ramadan

Berikut adalah doa puasa hari ke-24 dalam bentuk tulisan bahasa Arab-Latin, beserta terjemahannya.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Bacaan latinnya: “Allâhumma innî asaluka fîhi mâ yurdhîka wa a’ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa asalukat taufîqa fîhi lian utî’aka wa lâ a’shîka yâ ajwadas sâilîn.”

Artinya : “Ya Allah, aku memohon pada-Mu di bulan yang suci ini dengan segala sesuatu yang mendatangkan keridaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, wahai Pemberi para peminta.”

Sumber : tirto.id

Baca Juga Pos Berita Sebelumnya :