DERO.NGAWIKAB.ID – Setelah menunaikan siam di bulan Ramadhan, ibadah selanjutnya adalah puasa Syawal. Lantas, kapan puasa Syawal 1442 Hijriah atau 2021 Masehi yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, dan bagaimana niat, hukum, serta jumlahnya?

Puasa Syawal adalah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Idealnya, puasa Syawal dilakukan mulai tanggal 2 sampai 7 Syawal meskipun bisa pula dilakukan di hari-hari lainnya dalam bulan Syawal, kecuali tanggal 1 Syawal.

Keutamaan dalam melaksanakan amalan puasa Syawal cukup besar, dikutip dari artikel di laman Universitas Muhammadiyah Sukabumi, dipercaya setara dengan pahala yang diperoleh dengan berpuasa setahun penuh, sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W.:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyambungnya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia (pahalanya) berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Baca juga:

Kapan Puasa Syawal Dilakukan?

Puasa syawal boleh dikerjakan 6 hari berturut-turut, atau bisa pula tidak berurutan selama masih berada di bulan Syawal. Namun, tidak boleh dikerjakan dengan melibatkan tanggal 1 Syawal di dalamnya karena merupakan hari dilarang berpuasa.

Menurut pandangan Mahzab Syafi’i, jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka sebaiknya mendahulukan puasa qadha. Dengan demikian, utang puasa wajib dibayar dahulu dan baru melaksanakan puasa sunah.

Dari sisi medis, ternyata puasa syawal memiliki efek positif bagi kesehatan. Dikutip dari Antara, puasa Syawal dapat mengondisikan sistem pencernaan untuk menyesuaikan keadaan setelah puasa Ramadhan.

Begitu selesai Ramadhan, orang akan kembali ke pola makan waktu normal. Dimungkinkan akan terjadi lagi ketidakteraturan dalam pola makan, seperti melewatkan sarapan atau waktu makan yang tidak konsisten.

Setelah bebas makan usai Ramadhan, mengerjakan puasa Syawal bisa membuat pencernaan lebih mudah menyesuaikan keadaan ke kondisi makan normal.

Niat dan Jumlah Puasa syawal
Puasa Syawal dikerjakan selama 6 hari di bulan Syawal dan dapat mengerjakannya secara berurutan mapun tidak, kecuali untuk tanggal 1 Syawal. Harus dipastikan untuk mengerjakan amalan sunah ini telah memiliki niat lebih dahulu.

Niat puasa Syawal dapat dibaca dalam hati. Selama pikiran dan hati sudah memiliki maksud untuk mengerjakan puasa syawal, maka sudah cukup. Namun, apabila ingin melafalkannya, berikut ini niat yang bisa diucapkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Pelaksanaan puasa Syawal seperti halnya puasa Ramadhan dan puasa lainnya dalam Islam. Sejak dari terbit fajar sampai matahari terbenam, tidak diperbolehkan makan dan minum.

Selain itu, tidak boleh melakukan hubungan suami-istri serta perbuatan-perbuatan lainnya yang membatalkan puasa atau mengurangi nilai keutamaan puasa itu, termasuk puasa Syawal.

Sumber : tirto.id

Baca Juga Pos Berita Sebelumnya :