Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.

 

Obib Iman Nahrawi Ramaikan, Ngawi Batik Fashion (NBF) 2018

Obib Iman Nahrawi Ramaikan, Ngawi Batik Fashion (NBF) 2018

Ngawi Batik Fashion (NBF) 2018, sukses digelar di Benteng Van Den Bosch selama dua hari berturut – turut, Jumat – Sabtu (7-8/9). Event ini bagian dari rangkaian agenda Hari Jadi Ngawi ke 660.  Acara yang diprakarsai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga ini, juga dimeriahkan oleh hadirnya Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani, Putra Batik Nusantara 2017, Steven Valerian , Aghisa Febila dan model internasional, Loide Cristina, Liza Ahafonova, Eliza Kofalenko.

Juga nampak hadir, Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono beserta Ibu, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar beserta Ibu, Shobibah Rohmah yang lebih dikenal Obib Iman Nahrawi istri dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto beserta istri, Istri Bupati Bojonegoro, Sekda Kabupaten Pacitan, Walikota Probolinggo, Forkopimda Ngawi, dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi

Menurut Plt. Kepala Disparpora Ngawi, Mahmud Rosadi bahwa acara ini digelar untuk semakin mengenalkan batik khas Ngawi ke khalayak luas, disamping itu juga untuk mengenalkan wisata sejarah Ngawi yang iconic, Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendhem. “Kalau sebelumnya gelaran ini selalu kami laksanakan di Alun – Alun Merdeka, nmaun kali ini kita mencoba adakan disini, dengan maksud untuk mengangkat salah satu icon wisata Ngawi,  Benteng Van Den Bosch untuk dikenal masyarakat Ngawi dan luar Ngawi,” ungkap Mahmud disela sambutan pembukaan acara ini.

Lebih lanjut, Mahmud tuturkan kalau NBF 2018 ini juga sebagai ajang untuk mengangkat hasil karya dan kreatifitas pengerajin batik di Ngawi, untuk dikenal dikancah nasional maupun internasional. “Dengan ini kita mencoba untuk tingkatkan promosi batik khas Ngawi agar lebih dikenal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sehingga mampu meningkatkan ekonomi produktif masyarakat Ngawi,” lanjutnya.

Senada dengan Mahmud, Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono juga katakan dalam sambutannya kalau gelaran ini selain kenalkan batik Ngawi kepada khalayak luas, juga untuk meningkatkan kecintaan anak muda terhadap batik khususnya batik khas Ngawi. ia menambahkan kalau event ini tidak hanya sekedar wadah karya lokal tapi juga sebagai pendorong bagi desainer batik Ngawi untuk terus berinovasi “NBF akan membuat industry batik makin kreatif, terbukti dengan semakin beragamnya motif batik yang dipamerkan malam ini,” tuturnya.

Gelaran NBF 2018 hari pertama, Jumat (7/9), dengan lomba modeling terbuka untuk umum, terbagi dalam 4 kategori diantaranya, A untuk usia 4 – 10 tahun, B untuk usia 11 – 16 tahun, C untuk usia 17 – 22 tahun dan D untuk delagasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi 10 Fotografer Favorit dalam kompetisi Foto Hunt sebelum acara ini digelar.

Ada 11 desainer yang terlibat dalam NBF 2018 ini, seperti Ayok Dwi Pancara. Namun ada satu desainer yang cukup menarik perhatian pengunjung malam itu, Obib Imam Nahrawi yang terkenal sebagai desainer busana muslim. Dari tangan dinginnya, di NBF 2018, Obib hasilkan tiga tema karya yakni, Casual, Coctail, dan Evening for the “Mothers” yang diperagakan Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani, Putra Batik Nusantara 2017, Steven Valerian dan  Aghisa Febila. Semua rancangannya berasal dari batik Ngawi karya Widhi

Gumbrekan Mahesa & Karnaval Kerbau Jadikan Bulak Pepe Banyubiru Destinasi Wisata Alternatif di Ngawi

Gumbrekan Mahesa & Karnaval Kerbau Jadikan Bulak Pepe Banyubiru Destinasi Wisata Alternatif di Ngawi

Untuk tingkatkan potensi wisata di Bulak Pepe Kecamatan Widodaren digelar acara Gumbrekan Mahesa yang diharapkan nantinya tempat ini akan menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kabupaten Ngawi, Rabu (5/9). Gumbrekan Mahesa dan Karnaval Mahesa yang di ikuti 522 kerbau milik 65 warga.

Acara yang baru perdana ini nyatanya mampu menarik perhatian dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan gelaran ini. Selain itu, nampak hadir Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Pejabat dilingkup Pemkab Ngawi.

Sejarah adanya ritual ini dimulai dengan adanya ritual setiap tahun yang bertepatan dengan pemetikan hasil sawah (Panen) yang dilaksanakan satu tahun sekali dan maksud dari ritual ini yaitu wujud syukur peternak kerbau terhadap Allah SWT yang telah memberi sehat kepada kerbau kita sampai selesai mengerjakan sawah (Bajak Sawah). “Ritual-ritual lain masih banyak tetapi yang melaksanakanya tinggal beberapa orang saja, nah makanya dari kami dan saya selaku ketua ingin mengangkat dari budaya-budaya itu dan akan melestarikan seterusnya,” ungkap Agus Priyanto selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Barokah Desa Banyu Biru

Dikesempatan ini Bupati Ngawi berpesan kepada masyarakat yang menggembalakan kerbau di tanah milik Perusahaan Hutan Negara Indonesia (PERHUTANI) untuk turut menjaga kelestarian dan berkerjasama mengolah lahan hutan ini dengan baik, “Maka pada hari ini kita tidak akan bicara lagi mengenai kerbaunya saja, kelestarian kerbau dan bertambah populasi kerbau tetapi juga bagaimana ternak kerbau ini menjadi sebuah destinasi wisata tersendiri,” ujar Budi Sulistyono.

“Saya juga berharap para peternak ini tidak menjual keluar tetapi menjual pada internal sendiri, sehingga tetap pada disini dan tetap dikembangkan serta bertambah populasinya,” tambahnya.

Sementara Heru Dwi Kunarwanto selaku Administratur Perhutani KPH Ngawi juga menambahkan, bahwa adanya kerjasama masyarakat dan Perhutani kami berharap Gumbrekan di Dusun Bulak Pepe ini menjadi destinasi wisata entah itu wisata Desa atau wisata Budaya. “Harapan saya yaitu wilayah ini bisa maju bisa meningkatkan perekonomian disekitar sini dan tentu saja kita saling berkolaborasi dengan masyarakat” ucapnya.