Dukung PPKM Cegah Covid-19, Polsek Bringin Giat Patroli Wilayah, Ini Jelasnya

Dukung PPKM Cegah Covid-19, Polsek Bringin Giat Patroli Wilayah, Ini Jelasnya

DERO.NGAWIKAB.ID – Dukung langkah pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarat ( PPKM) Skala Mikro, Polsek Bringin, melaksanakan giat patroli wilayah dan memantau situasi kamtibmas dan kepatuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Bringin Giat Patroli Malam

Seperti kegiatan patroli yang di laksanakan anggota Polsek Bringin, Polres Ngawi, Polda Jatim, yang melaksanakan giat patroli wilayah dalam rangka harkamtibmas dan memantau aktivitas warga masyarakat atau pengunjung di wisata waduk pondok, Desa Gandong Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, Minggu (07/3) siang.

Saat di temui dero.ngawikab.id, Bripka Maryudi dalam kegiatan tersebut, menyampaikan, “imbauan kamtibmas dan ajakan kepada warga untuk bersama – sama menjaga keamanan dalam berwisata selalu kami sampaikan”, ucapnya

Bripka Maryudi sedang memberikan arahan kepada pengunjung untuk memakai masker

Lanjut Maryudi, “Dan kami juga mengimbau masyarakat yang mau keluar rumah untuk selalu waspada terkait covid-19 dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat, yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan mengurangi Mobilitas serta menghindari kerumunan,” jelas Maryudi

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya: Desa akan segera bentuk TIM pendata SDGs

Selain itu, dalam melaksanakan patroli, personel Polsek Bringin, tidak lupa mensosialisasikan dan mengajak warga untuk mendukung penuh langkah pemerintah terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) skala mikro yang tiada lain tujuanya adalah untuk mencegah Covid-19.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Instrumen Pemutakhiran Data dan Proses Pendataan SDGs Desa

Instrumen Pemutakhiran Data dan Proses Pendataan SDGs Desa

DERO.NGAWIKAB.ID – Sesuai dengan Permendesa PDTT Nomor 21/2020, data SDGs Desa adalah milik desa, sehingga pendataan SDGs Desa dilaksanakan dengan metode sensus partisipatoris. Artinya, data dikumpulkan dari informasi di dalam desa, dilaksanakan oleh desa sendiri melalui Pokja Relawan Pendataan Desa, serta untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masing-masing desa sendiri. Dimensi partisipatoris meningkatkan validitas data SDGs Desa. Adapun dimensi sensus artinya mengambil data seluruh wilayah desa dan RT, serta mengumpulkan data dari seluruh keluarga dan warga desa.

Secara rinci instrumen yang digunakan sebagai berikut:

  1. Pendataan pada level desa, dengan instrumen kuesioner desa, dengan pendata perangkat desa yang mengisi kuesioner sesuai keadaannya.
  2. Pendataan pada level rukun tetangga (RT), dengan instrumen kuesioner rukun tetangga (RT), dengan pendata Ketua RT yang mengisi kuesioner sesuai keadaannya.
  3. Pendataan pada level keluarga, dengan instrumen kuesioner keluarga, dengan pendata anggota Pokja Relawan Pendata Desa, yang menanyakan kepada keluarga pada satu RT
  4. Pendataan pada level warga, dengan instrumen kuesioner warga, dengan pendata anggota Pokja Relawan Pendata Desa, yang menanyakan kepada anggota keluarga pada satu RT.

Baca Juga:

Proses Pendataan SDGs Desa

  1. Kepala desa menerbitkan Surat Keputusan Pokja Pendataan Desa.
  2. Untuk mendapatkan username dan password aplikasi android input SDGs Desa, maka Kepala desa menyerahkan daftar Pokja Pendataan Desa dalam bentuk MS Excel (Download Format MS Excel Pokja Pendataan Desa yang disampaikan ke pendamping desa) kepada pendamping lokal desa, yang secara berjenjang menyampaikan kepada pendamping desa, koordinator tenaga ahli kabupaten/kota, koordinator tenaga ahli provinsi, yang kemudian mengirimkan ke email pusdatin@kemendesa.go.id.
  3. Sekretaris desa menetapkan penugasan kepada pendata dari perangkat desa dan pengurus rukun tetangga, serta lokasi Rukun Tetangga untuk penugasan pendata dari warga desa
  4. Sekretaris Desa menyiapkan data awal yang mencakup nama dan alamat dari keluarga dan warga desa (by name by address atau BNBA) untuk data-data berikut:
    • Data dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, Poskesdes, Posyandu, dalam waktu setahun terakhir, tentang warga desa yang sakit menurut jenis penyakit, warga desa yang menggunakan metode modern keluarga berencana, dan stunting pada bayi, balita, dan anak-anak (di bawah 15 tahun).
    • Data dari PAUD, SD, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat yang terdapat di desa setempat atau sekitarnya, tentang akreditasi sekolah, jumlah murid, dan jumlah guru.
    • Data warga yang turut serta dalam kegiatan penyetaraan pendidikan di desa setempat dalam setahun terakhir
    • Data warga yang turut serta dalam pelatihan tenaga kerja dalam waktu setahun terakhir
    • Data warga yang turut serta pada berbagai kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam waktu setahun terakhir
  5. Seluruh Pokja Relawan Pendataan Desa melakukan pelatihan secara daring (online) pada laman Akademi Desa 4.0. Pelatihan mandiri dapat dilakukan secara luring (offline) bersama pendamping desa.
  6. Seluruh Pokja Relawan Pendataan Desa mendownload aplikasi Pendataan SDGs Desa pada Google Playstore dengan nama Pendataan SDGs Desa. Jika saat ini menggunakan HP atau telepon genggam maka bisa langsung klik berikut dan menggunakan Aplikasi SDGs Desa. Jika saat ini menggunakan komputer maka tautan disediakan paling bawah dari halaman ini; jangan lupa, dengan cara ini maka file aplikasi (APK) masih harus dikirim ke HP untuk bisa digunakan.
  7. Pendata memasukkan username dan password ke dalam aplikasi Pendataan SDGs Desa. Ijinkan aplikasi untuk menjalankan fungsi memotret dan mendata lokasi, karena hal ini akan digunakan dalam pendataan selanjutnya.
  8. Seluruh pendata mengisikan data BNBA pada nomor 3 di atas ke dalam aplikasi kuesioner keluarga dan warga masing-masing. Ini adalah pengisian data yang tidak membutuhkan wawancara dengan keluarga dan warga tersebut, karena datanya telah ada di lembaga yang bersangkutan.
  9. Pendata dari unsur perangkat desa mengisi aplikasi kuesioner desa
  10. Ketua Rukun Tetangga mengisi aplikasi kuesioner Rukun Tetangga
  11. Pendata di tiap RT mewawancarai keluarga untuk mengisi aplikasi kuesioner keluarga dan warga
  12. Dalam kondisi tidak ada sinyal internet, aplikasi Pendataan SDGs Desa tetap bisa dijalankan, dan begitu ada sinyal internet maka otomatis terhubung server Sistem Informasi Desa. Jadi, jika digunakan secara offline, maka untuk upload data perlu dijalankan di lokasi yang terdapat sinyal internet.
  13. Desa dapat memulai dengan mengisi kuesioner yag dicetak/dikopi, namun kemudian tetap harus memasukkan ke dalam aplikasi android Pendataan SDGs Desa.
  14. Minimal seminggu sekali seluruh Pokja Pendataan Desa bertemu bersama untuk mencek, memvalidasi, memverifikasi, dan mengoreksi kesalahan pengisian data
  15. Memantau, memberikan penjelasan dan motivasi, serta mengatasi masalah yang ditemui di lapangan
  16. Melakukan pengecekan terhadap seluruh hasil isian aplikasi kuesioner yang dihasilkan seluruh pendata, sampai seluruh seluruh keluarga dan warga terdata, seluruh Rukun Tetangga terdata, dan data desa terisi
  17. Kepala desa melakukan pertemuan di desa untuk menetapkan data hasil SDGs Desa melalui Surat Keputusan Kepala Desa tentang Penetapan Data SDGs Desa.

Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan analisis data dilakukan secara elektronik oleh Sistem Informasi Desa yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Hasil pengolahan dan data SDGs Desa dapat dilihat oleh pemerintah desa secara detil, dan rekapnya dapat dilihat oleh pemerintah daerah pada level kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi, serta masyarakat pada umumnya.

Pengolahan lebih lanjut dalam Sistem Informasi Desa menghasilkan rekomendasi perbaikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan-tujuan dalam SDGs Desa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pemutakhiran IDM 2021 Berbasis SDGs Desa

Pemutakhiran IDM 2021 Berbasis SDGs Desa

DERO.NGAWIKAB.ID – Pemutakhiran data berbasis SDGs Desa adalah pemutakhiran data IDM yang lebih detil lagi, lebih mikro, sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak. Sebagai proses perbaikan, ada pendalaman data-data pada level RT, keluarga, dan warga.

Pihak yang Terlibat

Pihak yang terlibat dalam proses pemutakhiran data SDGs Desa ialah Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desa, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah daerah provinsi, dan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Baca Juga:

Dengan merujuk pada Permendesa Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pokja Relawan Pendataan Desa ini mencakup:

  1. Pembina : Kepala Desa
  2. Ketua : Sekretaris Desa
  3. Sekretaris: Kasi Pemerintahan Desa
  4. Anggota :
    • Unsur Perangkat Desa
    • Ketua RW
    • Ketua RT
    • Unsur Karang Taruna
    • Unsur PKK
    • Unsur masyarakat lainnya yang bersedia menjadi relawan pendata
  5. Mitra :
    • Pendamping Desa
    • Babinsa
    • Babinkamtibmas
    • Mahasiswa yang berada di Desa

Peran Kepala Desa

Pemimpin yang disegani serta memiliki wewenang besar di desa ialah kepala desa. Kepala desa juga memiliki tanggng jawab yang besar dalam pembangunan desa, untuk membawa desanya lebih maju. Pembangunan diarahkan untuk mendayagunakan potensi desa, atau mengatasi masalah desa. Untuk itulah dibutuhkan data yang valid, lengkap, dan berkelanjutan.
Pada titik inilah kepala desa berperan penting dalam memimpin proses pemutakhiran data SDGs Desa. Tugas kepala desa dalam hal ini ialah:

  1. Menetapkan Pokja Relawan Pendataan Desa dalam surat keputusan kepala desa.
  2. Menggunakan dana desa atau sumber pendapatan lain dalam APB Desa untuk proses pelaksanaan pemutakhiran data SDGs Desa
  3. memantau dan mengawasi proses pelaksanaan pemutakhiran SDGs Desa
  4. Melaksanakan musdes penetapan hasil pemutakhiran data SDGs Desa

Peran Sekretaris Desa

  1. Sebagai pimpinan pada level desa yang mengelola proses teknis pemutakhiran data SDGs Desa.
  2. Setiap hari memantau proses perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pemutakhiran data SDGs Desa.
  3. Menyiapkan data awal yang mencakup nama dan alamat dari keluarga dan warga desa (by name by address).
  4. Bersama-sama pendata mengisikan data BNBA tersebut ke dalam kuesioner keluarga dan warga masing-masing. Ini adalah pengisian data yang tidak membutuhkan wawancara dengan keluarga dan warga tersebut, karena datanya telah ada di lembaga yang bersangkutan.
  5. Melatih pendata, dan memastikan pendata siap untuk mengumpulkan data lapangan
  6. Menetapkan penugasan kepada pendata dari perangkat desa dan pengurus rukun tetangga, serta lokasi Rukun Tetangga untuk penugasan pendata dari warga desa
  7. Memantau, memberikan penjelasan dan motivasi, serta mengatasi masalah yang ditemui di lapangan
  8. Melakuan pengecekan terhadap seluruh hasil isian aplikasi kuesioner yang dihasilkan seluruh pendata
  9. Berhubungan dengan dengan Kementerian Desa PDTT, baik melalui pendamping desa maupun melalui Tim Sapa Desa, untuk melaporkan hasil kegiatan maupun dalam menyelesaikan masalah
  10. Menyelesaikan pengisian aplikasi seluruh kuesioner SDGs Desa
  11. Menyiapkan musyawarah desa pada akhir proses pemutakhiran data desa untuk mencek akhir hasil data SDGs Desa

Peran Pendata

  1. Mengikuti pelatihan pemutakhiran data SDGs Desa yang bisa dilaksanakan secara daring (on line) melalui pelatihan di akademidesa.kemendesa.go.id. Pendata harus memahami pelatihan tersebut sebelum menjalankan tugasnya untuk mengisi kuesioner di lapangan
  2. Melakukan pemutakhiran data dengan kuesioner yang sudah disediakan dalam aplikasi android Pendataan SDGs Desa:
    • Pendata pengisi kuesioner desa ialah perangkat desa yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan informasi agar dapat mengisi kuesioner desa
    • Pendata pengisi kuesioner Rukun Tetangga ialah pengurus RT yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan informasi agar dapat mengisi kuesioner Rukun Tetangga
    • Pendata pengisi kuesioner keluarga dan warga ialah Relawan Desa yang ditugasi di tiap Rukun Tetangga untuk mewawancarai keluarga untuk mengisi kuesioner keluarga dan mewawancarai warga untuk mengisi kuesioner warga
  3. Bertanggung jawab melaksanakan semua kegiatan pemutakhiran data SDGs Desa
  4. Menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh pendata, kepala desa, dan Relawan Desa lainnya
  5. Bekerja dengan rajin dan menepati jadwal penyelesaian pekerjaan.

Peran Pendamping Desa

  1. Menjelaskan proses pemutakhiran data SDGs Desa
  2. Melakukan monitoring terhadap seluruh proses pemutakhiran data SDGs Desa
  3. Memecahkan masalah lapangan, dan jika diperlukan dapat berkonsultasi dengan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi
  4. Menyampaikan laporan pelaksanaan pemutakhiran data SDGs Desa kepada Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi

Jangka Waktu Pelaksanaan

Pemutakhiran data SDGs Desa 2021 dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Mei 2021

Latihan Pendataan SDGs Desa

Pelatihan secara daring (online) dilaksanakan melalui laman Akademi Desa 4.0. Penjelasan juga bisa diperoleh dengan menghubungi tim Sapa Desa, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Pendanaan

Sesuai dengan Permendesa Nomor 21/2020, seluruh proses pendataan SDGs Desa didanai oleh Dana Desa, dan dapat diperluas dengan sumber-sumber pendanaan yang sah.

Download Juknis Pemutakhiran Data Idm Berbasis SDGS Desa Tahun 2021, download di sini

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Surat Menteri Desa tentang IDM Berbasis SDGs Desa

Surat Menteri Desa tentang IDM Berbasis SDGs Desa

DERO.NGAWIKAB.ID – Indeks Desa Membangun (IDM), Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan DD tahun 2021 dan Permendes PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang salah satunya mengatur tentang pendataan desa dan memastikan ketercapaian SDGs Desa, maka diperlukan pemitakhiran data IDM berbasis SDGs Desa.

Pemutakhiran data ini menjadi salah satu perhitungan DD tahun anggaran 2022 pada alokasi afirmasi dan alokasi kinerja sesuai PMK Nomor 222/PMK.07/2020 tentang pengelolaan Dana Desa.

Baca Juga:

Berikut kami bagikan Surat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 5/PR/03.01/III Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data IDM (Indeks Desa Membangun) Berbasis SDGs Desa yang bisa Anda download secara gratis dalam web ini.

01.-Surat-Mendteri-Desa-Data-IDM-Berbasis-SDGS-Desa-1

Lebih jelas dan Lengkapnya Download Di Sini

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pemdes Dero Alokasikan 8 Persen Dana Desa Untuk PPKM Mikro

Pemdes Dero Alokasikan 8 Persen Dana Desa Untuk PPKM Mikro

DERO.NGAWIKAB.ID – Sepuluh Desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi bersama BPD masing-masing menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus) penetapan perubahan prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021.

Seperti halnya Pemerintah Desa Dero kecamatan Bringin, sesuai materi yang disampaikan Pendamping Ahli Kabupaten Ngawi dan juga Pendamping Desa kecamatan bringin melalui zoom meeting yang dilaksanakan sebelumnya, menyepakati alokasi anggaran 8 persen dari dana desa, untuk membiayai PPKM Mikro, Sabtu (06/3).

Baca Juga: Zoom Meeting Penyesuaian Prioritas Penggunaan DD TA 2021 Untuk PPKM Mikro

Kesepakatan tersebut tercapai dalam musyawarah desa, di Aula Kantor Desa. Hampir semua unsur dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari pemerintah desa, BPD, LKMD, RT, RW serta karang taruna.

Hasil pembahasan perdes tersebut, kemudian diserahkan Pemerintah Desa Dero kepada Ketua BPD, sehingga dapat disahkan.

Beberapa kebijakan yang diatur dalam perdes Dero ini di antaranya yakni, penggunaan dana desa minimal sebesar 8 % atau lebih kurang Rp 75 juta, untuk anggaran pelaksanaan dan pengaktifan posko PPKM Mikro Desa serta pembentukan tim Relawan Pemutakhiran Data SDGs dan IDM Tahun 2021.

Baca Juga:

Sebelumya dalam pembukaan zoom meeting, Camat Bringin, Supriyadi, pihaknya akan mendukung kebijakan yang dibuat Desa asal memiliki dasar yang yang jelas dan tidak merugikan masyarakat.

“Sepanjang ada dasar aturannya dan tidak merugikan masyarakat, tentu akan kami dukung,” jelas Supriyadi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Zoom Meeting Penyesuaian Prioritas Penggunaan DD TA 2021 Untuk PPKM Mikro

Zoom Meeting Penyesuaian Prioritas Penggunaan DD TA 2021 Untuk PPKM Mikro

DERO.NGAWIKAB.ID – Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pemerintah kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, melaksanakan kegiatan pengarahan tentang prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2021, kepada sepuluh kepala desa beserta jajarannya yang ada di Kecamatan Bringin , Sabtu (06/3).

Baca Juga:

Kegiatan yang dikemas melalui virtual zoom meeting tersebut di hadiri, Camat Bringin berserta staf pemerintahan kecamatan bringin, Kapolsek Bringin, Danramil Bringin, Pendamping Ahli Kabupaten Ngawi dan juga Pendamping Desa tingkat Kecamatan Bringin.

Camat Bringin, Supriyadi yang sekaligus membuka acara tersebut dalam sambutannya, “Sesuai petunjuk, hal penting dalam pokok pembahasan dalam rakor adalah penyesuaian anggaran minimal 8% dari pagu DD digunakan untuk pendanaan kegiatan penanganan Covid-19”, ucap Supriyadi

“Dan Dana tersebut diantaranya digunakan untuk kegiatan penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan, pengadaan/penyelenggaraan Pos Keamanan Desa, penanggulangan bencana, yaitu pada pos belanja tak terduga,”jelasnya

Supriyadi, juga berharap untuk Kepala Desa dan BPD di masing-masing desa untuk bekerja sama dan menjaga hubungan yang baik, agar tercipta sinergi yang harmonis agar bisa membangun Desa secara baik pula,” Pungkasnya

Baca Juga:

Selanjutnya acara di lanjutkan pemaparan dari Pendamping Ahli Kabupaten Ngawi dan Pendamping Desa tingkat Kecamatan tentang Surat Edaran Bupati Ngawi tentang penyesuaian penggunaan Dana desa Tahun 2021 untuk pelaksanaan PPKM skala Mikro, Finalisasi KPM BLT dan paparan Arah Pembangunan Desa Berkelanjutan yg terangkum dalam 18 point SDGs Desa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0