Peringati Hari Pangan Sedunia 2021, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Ketahanan Pangan, Ini Jelasnya

Peringati Hari Pangan Sedunia 2021, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Ketahanan Pangan, Ini Jelasnya

DERO.NGAWIKAB.ID – Setiap 16 Oktober, seluruh masyarakat dunia memperingati World Food Day atau Hari Pangan Sedunia (HPS). Sesuai dengan tema yang diangkat Food and Agriculture Organization (FAO) kali ini, yaitu “Our actions are our future – better production, better nutrition, a better environment and a better life”, diperlukan peran serta masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengupayakan penguatan ketahanan pangan.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif mewujudkan ketahanan pangan di Jatim. Ada tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk ikut mewujudkan keinginan tersebut.

Pertama, dengan cara memilih makanan yang sehat, lokal dan musiman. Menurut Khofifah, makanan sehat yang dimaksud adalah makanan yang bernutrisi cukup bagi individu untuk bergerak aktif dan dapat menghindari risiko penyakit.

“Alhamdullilah bahwa di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Timur pada khususnya memiliki kekayaan akan sumber daya alam dengan beragam jenis pangan yang melimpah. Ini menjadi syukur kita bersama,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (16/10/2021).

Disamping itu, sebut Khofifah, langkah sederhana yang perlu dilakukan adalah dengan mendorong program diversifikasi pangan. Cara tersebut dilakukan untuk mengembangkan potensi sumber pangan lokal, dan mengajak masyarakat untuk memahami bahwa sumber karbohidrat sangat beragam, seperti umbi-umbian, sukun, jagung, dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras ataupun tepung terigu.

“Cara tersebut juga sebagai bagian untuk membantu masyarakat dalam mengakses makanan sehat,” terangnya.

Kedua, berkebun atau bercocok tanam di lingkungan rumah sendiri. Cara tersebut dinilai sangat efektif. Karena ketahanan pangan bisa diraih jika masyarakat memulainya dari level yang terkecil, yaitu membangun ketahanan pangan keluarga.

“Diharapkan setiap rumah tangga bisa mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pekarangannya dalam menyediakan makanan bagi keluarga,” jelasnya.

Baca Juga :

Lalu ketiga, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai makanan dan lingkungan dengan mengurangi untuk membuang makanan. Termasuk mengurangi sampah makanan adalah hal yang paling sederhana, tetapi memiliki dampak yang sangat besar.

“Food waste, menurut FAO, mengacu kepada makanan yang dibuang, padahal produk makanan atau produk makanan alternatif tersebut masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Misal, makanan yang tidak kita habiskan karena masalah rasa atau mengambil terlalu banyak,” jelas Khofifah.

Apalagi menurut data yang ada, Indonesia merupakan produsen sampah makanan terbesar ke-2 di Dunia. Tigabelas juta ton makanan yang terbuang sama dengan kebutuhan pangan 11 % orang Indonesia atau setara dengan kebutuhan 28 juta jiwa.

Sementara menurut data Bappenas, perkiraan food waste Indonesia berkisar pada angka 23 juta-48 juta ton/tahunnya. Sedang makanan konsumsi yang terbuang di Indonesia bisa mencapai 115-184 kg perorang dalam setahun.

“Perhitungan angka 115 – 184 kg per orang per tahun itu termasuk perhitungan dari food loss, dari sisi produksi. Mulai dari beras ditanam sampai ke piring kita,” jelasnya.

Sementara limbah makanan itu sendiri, ternyata dapat mengakibatkan dampak kerugian ekonomi sebesar Rp. 213 triliun hingga Rp. 551 triliun pertahunnya.

Bila jumlah penduduk Jawa Timur pada 2020 mencapai 40.665.700 jiwa (Jatim Dalam Angka/BPS 2021), potensi food waste di Jatim berkisar pada 4.676.555,5 – 7.482.488,8 ton pertahun atau sekitar 15,59 % – 20,33 %.
Tingginya angka food waste tersebut tentu dapat berdampak pada perekonomian dan sektor lainnya.

“Oleh karena itu diharapkan, masyarakat bisa mulai merubah pola pikir dan kondisi saat ini dapat menyadarkan kita agar lebih bijak dalam mengelola makanan,” jelasnya.

Melihat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan pangan, Gubernur Khofifah meminta, agar masyarakat dapat memperkirakan dengan baik jumlah makanan yang diperlukan. Disamping itu, dirinya meminta untuk mencermati dalam mengolah makanan dan membeli makanan sesuai kebutuhan.

“Agar apa ? agar tidak ada lagi yang terbuang sebagai bagian dalam upaya untuk mengurangi food waste. Misalnya dengan merencanakan menu makanan di rumah secara seksama, sehingga tidak ada makanan yang menjadi limbah,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengingatkan kepada para generasi muda agar dapat memilih bahan pangan yang sehat, aman, bergizi dan juga bermutu.

“Generasi milenial dapat menjadi duta keamanan pangan dan mengajak lingkungan disekitarnya untuk membeli panganan produk lokal. Atau melakukan inovasi menggunakan produk lokal misalnya porang yang saat ini banyak diminati negara tetangga,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini pun mengajak para generasi milenial untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis dalam hal memilih pangan.

“Generasi milenial adalah generasi emas yang harus menyadari pengetahuan terkait bahan pangan, karena keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama dan tanggung jawab generasi muda tentunya,” jelas Khofifah.

Lebih lanjut dirinya menambahkah, terlebih para generasi milenial saat ini harus mampu mengajak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19. Yakni dengan mengkonsumsi pangan gizi seimbang dan cerdas kenali label gizi pada pangan.

“Generasi milenial harus proaktif menjadi agen perubahan. Selain mengkampanyekan kebiasaan baru, harus juga menebarkan semangat untuk membangun hidup sehat dan cerdas dalam memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Disisi lain Khofifah juga berharap, kebutuhan pangan masyarakat harus terpenuhi dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa memenuhi gizinya.

“Apalagi saat ini Jatim sudah menjadi provinsi yang swasembada pangan dengan prestasi surplus baik komoditas beras atau jagung. Sebagai provinsi yang memiliki kawasan maritim dan agraris tropis dengan potensi produksi pangan yang sangat beragam dan besar, Jatim sejatinya berpeluang untuk menjadi provinsi besar yang maju dan makmur,” jelas Khofifah.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga berpesan pada momentum HPS 2021, agar masyarakat dapat mengoptimalkan pengolahan lahan pertanian yang belum termanfaatkan dengan baik. Dimana penyebabnya pun cukup beragam, diantaranya belum masuknya jalur irigasi, pemilik lahan tinggal di luar provinsi (perantau), atau ketiadaan modal untuk menggarap. Selain itu, ada pula lahan yang baru saja panen namun setelah itu cukup lama dibiarkan.

“Dalam pelaksanaannya, petani dan pemilik lahan bisa bekerjasama dengan berbagai pihak, misalnya kepada TNI yang selama ini sudah banyak berperan dalam mensukseskan program pemerintah. Pemilik lahan akan mendapat bagian dari hasil pengolahan lahannya. Tergantung kesepakatan kedua belah pihak,” pesan Khofifah

Sumber : KominfoJatim

Baca Juga Pos Berita Sebelumnya :

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT ke-76 Provinsi Jawa Timur

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT ke-76 Provinsi Jawa Timur

DERO.NGAWIKAB.ID – Upacara Peringatan HUT ke-76 Jawa Timur digelar, meski sempat mundur satu hari. Sejatinya HUT ke-76 Jatim diperingati pada tanggal 12 Oktober, namun pelaksanaan upacaranya dilakukan pada 13 Oktober.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi inspektur upacara mengatakan Jatim baru saja mendapat hadiah terbaik dari Presiden Jokowi.Pada 12 Oktober kemarin dirinya menemani Jokowi meresmikan smelter PT Freeport Indonesia. Smelter atau pabrik pengolahan tembaga ini disebut menjadi yang terbesar di dunia.

“Sebenarnya hari jadinya adalah tanggal 12 Oktober tetapi kemarin di Hari Jadi Provinsi Jawa Timur kita mendapatkan hadiah luar biasa dengan berkenan bapak Presiden RI melakukan groundbreaking PT Freeport Indonesia yang membangun smelter terbesar di dunia,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/10/2021).

Dijelaskannya, di dalam konstruksi ini 40.000 tenaga kerja dibutuhkan dan total investasi. “Insya Allah Rp 42 triliun tentu ini adalah hadiah yang luar biasa persis di saat HUT Pemprov Jawa Timur,” tuturnya.

Gubernur Khofifah pun mengucapkan syukur karena Jatim mampu melewati berbagai ujian. Salah satu yang terbesar yakni adanya pandemi COVID-19 yang kini mampu dilewati dengan baik.

HUT Provinsi Jawa Timur Momen Bangkit dari Pandemi

Gubernur Khofifah juga berpesan pada masyarakat agar tidak mudah menyerah dan bangkit dari pandemi COVID-19. Khofifah optimis ekonomi di Jatim bisa bangkit kembali.

Menurutnya, peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur pada hakekatnya tentu adalah suatu ungkapan rasa syukur atas berkat rahmat Allah, Tuhan yang Maha Esa sehingga perjalanan sejarah yang penuh dinamika, di mana ketegaran sikap, kekuatan mental dan ketenangan dalam melangkah dalam situasi yang normal maupun sulit telah mengantarkan kepada segala kemajuan yang didapatkan hari ini.

Dalam upacara ini, Gubernur Khofifah juga memberikan penganugerahan penghargaan lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada sejumlah tokoh di Jatim. Penghargaan ini atas dedikasi dan prestasinya yang luar biasa.

Penghargaan ini yakni kepada Pangdam/V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Kepala Kejati Jatim M Dhofir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Bupati Magetan Suprawoto hingga Bupati Tuban Aditya Halindra.

Sumber : KominfoJatim

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :

Ini Tiga Daerah di Jatim Yang Masuk PPKM Level 1

Ini Tiga Daerah di Jatim Yang Masuk PPKM Level 1

DERO.NGAWIKAB.ID – Tiga kabupaten di Jatim masuk PPKM level 1. Tiga daerah tersebut yakni Lamongan, Kabupaten Pasuruan, dan Tuban.


“Alhamdulillah hari ini sudah ada 3 kabupaten/kota di Jatim yang masuk pada level 1. Data ini berasal dari assessment situasi COVID-19 yang dirilis Kemenkes RI per Hari Jumat, tanggal 10 September 2021,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Sabtu (11/9/2021).

Khofifah menyebut, kerja keras seluruh sektor dalam menekan penyebaran COVID-19 di Jatim kembali membuahkan hasil. Setelah sebelumnya, Jatim terbebas dari zona merah COVID-19.

“Terima kasih atas gerak cepatnya, kerja keras, dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI-Polri, Pemkab/Pemkot, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” kata Khofifah

“Yang patut kita syukuri saat ini, Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4. Vaksinasi terus kita gencarkan. Meski demikian saya kembali mengingatkan protokol kesehatan (prokes) jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah.

Berdasarkan assessment situasi COVID-19 dari Kemenkes RI, 3 kabupaten di Jawa Timur masuk PPKM level 1. Yaitu Lamongan, Tuban, dan Kabupaten Pasuruan.

Sementara untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota. Yakni Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Kabupaten Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi dan Bangkalan.

Untuk level 3 ada 16 kabupaten/kota di Jatim. Yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Kabupaten Mojokerto, Magetan, Kabupaten Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu dan Kabupaten Blitar.

Baca Juga Pos Berita Sebelumnya :

Forkopimda Jatim, Menganalisa dan Evaluasi Penerapan PPKM Mikro

Forkopimda Jatim, Menganalisa dan Evaluasi Penerapan PPKM Mikro

DERO.NGAWIKAB.ID – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (15/6/2021) malam, melakukan rapat koordinasi terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Sekda Provinsi Jatim, Danrem 084/Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Kapolres Tanjung Perak dan Forkopimda Kabupaten/kota, yang dilakukan secara virtual.

Tujuan dilaksanakan koordinasi terkait dengan PPKM Mikro ini, untuk menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan PPKM Mikro di Provinsi Jatim dan menentukan tindak lanjut khususnya Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menyampaikan, adanya penurunan BOR Covid-19 setelah diperlakukannya PPKM Mikro.

“Kapasitas tempat tidur ICU tersedia masih mencukupi, Kapasitas tempat tidur Isolasi tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur Isolasi terpakai mengalami penurunan,” kata Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana, Selasa (15/6/2021) malam.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr. Joni Wahyuhadi menyebutkan, upaya strategis Pemkab Bangkalan dalam rangka penanganan Covid-19. Menyediakan tempat Konversi BPWS Madura sebagai ruang isolasi terpusat di Bangkalan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Kepala daerah agar melaksanakan monitoring update data peningkatan kasus aktif Covid-19 serta ketersediaan BOR di Rumah Sakit masing-masing daerah.

“Sehingga dapat cepat mengambil tindakan upaya antisipasi guna mencegah dan meminimalisir penularan virus Covid-19,” jelasnya.

Lanjut Khofifah, tingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan PPKM Mikro. Hal ini dilakukan guna mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19.

“Konsultasikan kepada Satgas Covid-19 Provinsi Jatim kegiatan PPKM Mikro agar kegiatan yang dilaksanakan dapat optimal,” lanjut dia.

Selain itu Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menjelaskan, kedepan penyekatan agar dilaksanakan di dua arus perbatasan baik masyarakat Madura yang akan berpergian ke Surabaya, maupun masyarakat Surabaya yang akan berpergian ke Pulau Madura.

“Penyekatan dua arah ini bertujuan agar tidak adanya diskriminasi bagi masyarakat madura bahwa pemerintah provinsi hanya melindungi kota Surabaya sedangkan masyarakat surabaya bebas keluar masuk pulau madura tanpa harus dilaksanakan swab,” ucap dia.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya menyatakan, agar terus meningkatkan soditas Forkopimda baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota dalam penanganan Covid-19.

“Tingkatkan Solidaritas Forkopimda Kabupaten/ Kota dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya,” jelas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Mayjen Suharyanto.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, pelaksanaan kegiatan seperti pembagian masker, penyemprotan Disinfektan, pemasangan spanduk himbauan protokol kesehatan, operasi yustisi serta pemberian sembako adalah upaya yang harus terus dilaksanakan dengan berkolaborasi antara TNI, Polri maupun Pemerintah daerah.

“Operasi yustisi harus terus di tingkatkan sampai masyarakat memiliki kesadaran diri bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19,” pungkasnya.

“Dengan dilaksanakannya rapat kordinasi analisa evaluasi secara rutin serta sinergitas bersama forkopimda dengan pemangku kepentingan diharapkan penanganan Covid-19 di jatim dapat terlaksana maksimal dan angka aktif Covid-19 terus menurun serta perekonomian jatim bangkit”, jelas kapolda jatim.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :

Akhir Mei 2021, Pendaftaran CPNS – PPPK DIBUKA. Simak Formasi dan Ketentuannya

Akhir Mei 2021, Pendaftaran CPNS – PPPK DIBUKA. Simak Formasi dan Ketentuannya

DERO.NGAWIKAB.ID – Pemprov Jatim membuka kembali peluang bagi putra-putri terbaik Jawa Timur untuk mengikuti Penerimaan Pegawai ASN Tahun Anggaran 2021 yang terdiri dari seleksi CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Tahun ini, Pemprov akan membuka formasi untuk rekrutmen CPNS dan PPPK hingga 13.496 formasi.

Secara rinci, formasi CPNS sebanyak 1.390 lowongan terbagi untuk 665 tenaga kesehatan dan 725 tenaga teknis. Sementara formasi PPPK sebanyak 12.106 yang terbagi untuk 11.220 tenaga guru, 647 tenaga kesehatan dan 239 tenaga teknis. Formasi tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB per tanggal 29 April, Nomor 831/2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di Lingkungan Pemprov Jatim Tahun Anggaran 2021. Semua proses pendaftaran akan dilakukan secara daring mulai pada 31 Mei hingga 21 Juni di laman www.sscasn.bkn.go.id.

Baca Juga :

Selain itu Pemprov Jatim juga akan membuka formasi khusus bagi Penyandang Disabilitas yang disertai dengan surat keterangan dari dokter dan formasi untuk lulusan cumlaude dengan syarat akreditasi kampus dan prodi minimal A.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menuturkan, persaingan dalam seleksi ASN ini akan berlangsung secara transparan dan mudah. Sebab, seluruh proses dilakukan secara daring mulai dari pendaftaran, ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) hingga seluruh pengumuman hasil seleksi yang dipublikasikan secara terbuka.

“Saya mengundang putera- puteri terbaik Jawa Timur  untuk  menjadi ASN  yang siap  memberikan layanan terbaik bagi masyarakat  bersama Pemprov Jatim,” tutur Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (21/5).

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, tahun ini pemerintah membuka peluang untuk tenaga pendidik atau guru pada formasi PPPK dengan jumlah paling banyak. Hal ini karena kebutuhan guru di Jatim sangat tinggi sekaligus berseiring dengan program 1 juta guru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI.

Pihaknya berharap, dengan tingginya formasi ini akan menjadi jawaban dari ikhtiar pemerataan guru di Jatim. Kendati dalam pengangkatan tahun ini hanya dikhususkan untuk kategori PPPK.

“Sesuai keputusan Menteri PAN-RB, tahun ini memang tidak ada formasi CPNS untuk guru. Ini adalah kesempatan bagi guru honorer yang selama ini telah mengabdi sehingga mereka akan mendapatkan kepastian status dan kariernya sebagai pengajar,” tutur mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Adapun ketentuan bagi PPPK formasi guru yang berhak mendaftar adalah honorer THK-II sesuai database BKN, masih aktif mengajar di sekolah negeri maupun swasta dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud. Selain itu, yang juga berhak mendaftar PPPK guru adalah lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan PPG.

Secara umum, ketentuan terkait usia bagi formasi PPPK guru dan non guru cukup longgar. Karena pelamar tidak dibatasi usia maksimal 35 tahun sebagaimana batasan pada formasi CPNS. Namun, pelamar harus memiliki pengalaman di bidang kerja yang relevan dengan jabatan fungsional yang dipilih minimal tiga tahun. Pengalaman tersebut dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh minimal Jabatan Tinggi Pratama bagi yang berasal di instansi pemerintahan. Sementara pelamar yang berasal dari perusahaan swasta, lembaga swadaya non pemerintah atau yayasan maka harus memiliki surat keterangan dari direktur atau kepala divisi SDM.

“Bagi pelamar formasi CPNS, usianya ditentukan paling rendah 18 tahun dan maksimal 35 tahun kecuali untuk beberapa jabatan khusus memiliki batas usia hingga 40 tahun,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Ditambahkan, jabatan khusus tersebut antara lain, dokter dan dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis serta dokter pendidik klinis. Selain itu, dosen, peneliti dan perekasaya dengan kualifikasi pendidikan strata 3 (doktor).

Khofifah menegaskan, dalam proses seleksi CPNS maupun PPPK tidak ada pihak yang bisa menjamin dapat meloloskan pelamar. Sebab, semua proses akan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Maka, jika ada pihak-pihak yang menawarkan janji dapat meloloskan seleksi, itu dipastikan tidak benar.

“Jangan percaya siapapun yang menawarkan dapat meloloskan, apalagi dengan syarat biaya tertentu. Jelas itu adalah penipuan. Ikuti semua prosesnya dengan baik dan akan sangat baik dengan memperbanyak do’a,” pungkas Khofifah.

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :

Diskominfo Jatim : Pesan Berantai Soal Ledakan Kasus Corona di Jatim adalah Hoax

Diskominfo Jatim : Pesan Berantai Soal Ledakan Kasus Corona di Jatim adalah Hoax

DERO.NGAWIKAB.ID – Beredar pesan berantai di aplikasi pesan WhatsApp yang menyebut jumlah kasus Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur serta keterangan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ledakan kasus di Jatim.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto,  memastikan kabar tersebut adalah hoax. Menurutnya, faktanya hingga kini tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan soal perkiraan ledakan kasus tersebut.

Jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan gugus tugas Covid-19 Jatim, yang menyebutkan kasus positif, kasus meninggal, dan kasus sembuh.

Pesan sejenis juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip, hanya fokus wilayahnya berbeda. Misalnya beredar di Jawa Tengah dan Serang, Banten.

Kadiskominfo Prov. Jatim ini menjelaskan berdasarkan data peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur yang dirilis tiga hari terakhir sejak 11 Mei 2021, terlihat kasus covid-19 di Jatim relatif stabil. Pada tanggal 11 Mei 2021, misalnya, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 257 orang pasien. Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 193 orang dan pasien meninggal 31 orang.

Kemudian pada tanggal 12 Mei 2021, tercatat penambahan kasus baru pada hari itu sebanyak 248 orang pasien. Sementara,  jumlah pasien sembuh sebanyak 224 orang dan pasien meninggal 22 orang.

Sedangkan pada tanggal 13 Mei 2021, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 148 orang pasien. Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 151 orang dan pasien meninggal 11 orang.

Terkait sebaran zonasi, tambah mantan Karo Humas dan Protokol Pemprov. Jatim ini, di Jawa Timur sudah tidak ditemukan wilayah dengan zona merah, tetapi  zona orange dan kuning. Sebanyak 26 kabupaten/kota di Jatim kategori zona orange. Sedangkan zona kuning tercatat sebanyak 12 Kabupaten/kota, yakni Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Tuban, dan Jember.

Sebagai informasi, berikut isi pesan berantai yang hoax dan beredar tersebut :

JATIM MELEDAK

UPDATE DATA TERPAPAR COVID-19 MINGGU INI, Kota Madiun peringkat pertama :

Ngenes lihatnya

1. Kota Surabaya positif 210 orang
2. Kab. Sidoarjo positif 195 orang
3. Gresik positif 205 orang
4. Lamongan positif 225 orang
5. Bojonegoro positif 188 orang
6. Tuban positif 175 orang
7. Probolinggo positif 210 orang
8. Malang positif 165 orang
9. Pasuruan positif 215 orang
10. Madiun positif 11.876 orang* (pemecah record)
11. Situbondo positif 250 orang
12. Bondowoso positif 12 orang
13. Besuki positif 125 orang
14. Jember positif 175 orang
15. Banyuwangi Positif 207 orang
16. Ponorogo positif 270 orang
17. Magetan positif 300 orang (tetap waspada)
18. Ngawi positif 175 orang
20. Cepu positif 275 orang
21. Pacitan positif 180 orang
22. Kediri positif 575 orang
23. Blitar positi 190 orang
24. Nganjuk positif 165 orang
25. Tulung agung positif 25 orang
26. Jombang positif 95 orang

Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi Ledakan yg sangat luar biasa

_Oleh karena itu mari kita berdoa semoga mereka yg positif di beri kesembuhan dan dipermudah segala urusan.
Aamiin.

Monggo dishare dateng group sanes, kersane langkung waspada

Salam sehat tetap patuhi protokol kesehatan.

Sumber : Diskominfo Prov Jatim

Baca Juga, Pos Berita Sebelumnya :