Pedagang Sayur Keliling Desa Dero, Sektor Usaha Tahan Banting.

Pedagang Sayur Keliling Desa Dero, Sektor Usaha Tahan Banting.

DERO.NGAWIKAB.ID – Berbelanja di pasar tradisional bagi sebagian ibu-ibu rumah tangga adalah salah satu hal yang paling menyenangkan, tapi bagi sebagian lagi kegiatan tersebut melelahkan. Bagaimana tidak, bagi ibu-ibu rumah tangga yang memeliki pekerjaan utama semisal kerja kantoran, mungkin tidak banyak waktu yang tersedia untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional.
Salah satu solusi yang gampang adalah menunggu pedagang sayur keliling untuk berbelanja kebutuhan dapurnya. Tidak hanya di kota-kota besar saja, sekarang ini di setiap sudut desa, di pagi hari dapat dipastikan sebagai tempat mangkalnya para pedagang sayur keliling. Berbagai macama sayuran dan kebutuhan dapur lainnya dapat di peroleh dengan mudah dari pedagang sayur keliling ini. Jika pun tidak ada pada hari itu, biasanya keesokan harinya di bawakan sesuai dengan pesanan.

Berita Terkait: Rahasia Makmur Telur Puyuh Bersama Mr.Eko

Ternyata dibutuhkan satu keuletan tersendiri bagi pedagang sayur ini untuk dapat berdagang tiap hari, bayangkan saja tiap hari wajib bangun jam 1-2 malam untuk berangkat mencari barang dagangan ke pasar tradisional. Seperti yang di sampaikan oleh Tasmini, pedagang sayur keliling dari Dusun Dero Lor RT 04 RW 02 ini, di sela-sela melayani pembeli dari ibu-ibu rumah tangga wanita kelahiran 64 tahun yang lalu ini bercerita tiap jam setengah 2 malam harus sudah bangun untuk bersiap-siap ke pasar Kedungprahu membeli sayuran dan aneka barang dagangan yan lain untuk di jajakan ke desa-desa.

“Jam 2 malam paling lambat harus sudah berangkat ke pasar mas,” kata Tasmini, ” Biar kelilingnya tidak kesiangan, soalnya kalo kesiangan pasti keduluan sama pedangang sayur yang lain.”tambahnya

Pekerjaan yang sudah di jalani selama kurang lebih 5 tahun ini di lakukan dengan membawa sepeda motor. Aneka kebutuhan dapur di bawa mulai dari perjalanan sepanjang pasar Kedungprahu, sampai dengan desa Dero Kecamatan Bringin yang berjarak sekitar 3 km.

Pedagang sayur keliling ini termasuk salah satu usaha yang mengalami perkembangan secara pesat, perputaran uang di usaha ini bisa dikatakan sangat cepat. Karena pendapatan yang di raih hari itu nantinya akan di gunakan sebagai modal belanja untuk hari esoknya. Dan dapat dikatakan usaha ini juga sebagai salah satu usaha yang tahan banting.

Baca Juga : Ciptakan Hasil Karya Melalui Meubel Kayu di Desa Dero.

Di Desa Dero sendiri banyak warga yang ikut usaha sebagai pedagang sayur keliling, tercatat dari 4 dusun dapat dipastikan minimal ada satu orang yang menggeluti usaha ini. Meskipun belum tercatat secara resmi , di dusun Dero Lor tercatat yang paling banyak memiliki warga yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling.

“ Yo rodo kepenak mas enek bakul sayur ngene iki “ ujar Puji warga Dusun Tegal Duwur, “ Kita ndak perlu ke pasar, cukup nunggu depan rumah sayur sudah datang.”

Ibu – ibu sedang Berbelanja.

Memang dengan adanya pedagang sayur keliling ini sedikit banyak menambah waktu senggang bagi ibu-ibu rumah tangga, selain tidak perlu ke pasar mereka juga bisa berbelanja sambil menyuapi anaknya (bagi yang memiliki anak kecil).

Akan tetapi usaha ini juga memiliki efek yang negative, di antaranya kehadiran mereka membuat pasar tradisional berkurang jumlah pembeli, kemudian banyak sekali ibu-ibu rumah tangga menjadikan waktu berbelanja di pedagang sayur keliling ini sebagai tempat bergosip. Hal ini wajar, mengingat dalam setiap perkembangan jaman pasti ada 2 efek, positip dan negatip, sekarang tinggal bagaimana kita bisa mensikapinya.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Baca Juga:Sekilas Profil Operator Website Desa Dero.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
CIPTAKAN HASIL KARYA MELALUI MEUBEL KAYU DI DESA DERO.

CIPTAKAN HASIL KARYA MELALUI MEUBEL KAYU DI DESA DERO.

DERO.NGAWI.KAB – Dunia usaha Meubel kayu banyak sekali mengalami perkembangan. Banyak warga yang bertumpu pada usaha mebel kayu seperti kayu jati. Sisdiono warga asli Dero ini menggeluti usaha mebel kayu jati tepatnya di Dusun Kaliwangon, desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Ringin Asih adalah nama usaha mebel kayu Sisdiono.

Sudah tujuh tahun Sisdiono memproduksi kayu jati menjadi produk yang siap jual dengan kualitas yang bagus. Seperti kusen pintu , jendela, dan mebel lainnya.saat mulai awal buka dulu Dengan modal Rp 30 juta Sisdiono memulai usaha mebel kayu. “Lingkungan sekitar belum ada usaha kayu terus saya mencoba usaha sendiri mau mandiri,” ungkap Sisdiono,dan Alhamdulillah lambat laun sampai saat ini bisa bertahan dan berkembang walaupun sekarang banyak industri Meubel berdiri di desa Dero,”tambahnya


Para pekerja.

Dan Alhamdulillah sampai saat ini kami dapat memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sepuluh orang pekerja dan kami mulai mengembangkan usaha kami bukan dari kayu jati saja,” imbuhnya

Sisdiono( putih) dengan pekerjanya.

Laki-laki yang berusia sekitar kepala empat puluh tahunan ini mengaku mendapatkan omset yang tidak menentu.Terkadang dalam waktu sebulan mendapatkan Rp 10 juta, Dan kadang Bisa lebih kadang Bisa kurang.Tergantung dengan daya belinya.

Untuk harga Meubel kayu hasil karyanya ini beragam, ada yang mulai dari Rp. 500 ribu sampai jutaan. tergantung ukuran dan banyaknya produk yang dibuat. kebanyakkan yang dibeli konsumen adalah pintu kusen.

Kusen jati.


Almari jati.


Tolet jati.

Kursi panjang dari jati.

Meja dari jati.

Alat – alat yang digunakan untuk membuat produk dari kayu ini meliputi mesin gergaji belah (mesin gergaji kayu), serut (planner), mesin bor, mesin profil kayu, mesin amplas kayu, dan sebagainya. Proses produksinya pun tidaklah sulit karena sudah pekerjaan sehari-hari yang dilakukan Sisdiono. Pertama kayu dipotong sesuai bentuk, diamplas, dan dilakukan proses menjadi produk yang siap jual seperti Kursi, Meja, Pintu, dan sebagainya.
Bagi yang berminat dan memesannya dapat menghubungi nomor Sisdiono di 085645729948.

Sisdiono merupakan warga asli desa Dero. Ia berharap kedepannya, usahanya dapat berkembang dan daya belinya bisa lebih banyak kembali. “Ya semoga ini dapat maju, berkembang, dan yang beli semakin banyak,” harapnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Merawat Kearifan Lokal “Yasinan”,Dengan Kegiatan Yasinan Rutinan Tingkat Desa Tiga Bulanan.

Merawat Kearifan Lokal “Yasinan”,Dengan Kegiatan Yasinan Rutinan Tingkat Desa Tiga Bulanan.

Dero.NgawiKab.id – Sebuah tradisi turun temurun yang masih ada hingga kini dengan Derasnya globalisasi yang serba modern, canggih seperti tak dapat menghentikan masyarakat di Desa Dero Kecamatan Bringin kabupaten Ngawi, untuk melestarikan kearifan lokal ini. Kami menyebutnya tradisi “YASINAN” Tak pernah tau kapan persisnya tradisi ini dibentuk. Namun, kehadirannya sudah melekat di sendi kehidupan masyarakat kami.

Sebenarnya (yasinan) berawal dari kata yaasiin. Yang berada dalam surat yaasiin di Al-qur’an. Memang, tradisi ini disertai dengan pembacaan surat yaasiin. Kemudian dilanjutkan tahlil. Dan ditutup dengan doa.Dari sinilah berkembang istilah yasinan hingga kini. Tradisi ini sudah umum dilakukan oleh para bapak-bapak maupun ibu-ibu. Namun, di Desa kami masyarakat Dero bapak-bapak khususnya melaksanakan kegiatan ini setiap tiga bulan sekali.Mungkin diberbagai daerah mempunyai cara masing-masing. Salah satunya adalah cara pelaksanannya. Jika sebagian masyarakat melakukannya di masjid. Berbeda dengan masyarakat kami. Di Desa kami, tradisi (yasinan) dilakukan secara bergiliran dari rumah ke rumah dan dari dusun ke Dusun lainnya.inilah YASINAN RUTINAN TINGKAT DESA”, Desa Dero.

Kades Dero dan perangkat Desa serta BPD desa Dero.

Yasinan ini sudah berjalan sembilan tahun lamanya dan malam ini Rumah Pak Sekdes Dero Drs Sukiman, tepat nya di Dusun dero Kidul mendapatkan giliran yasinan. Kades Dero dan semua perangkat Desa, BPD beserta anggotanya, Ketua RT, RW di wilayah dero tampak hadir dalam kegiatan ini.

Pembacaan yasin menandakan kegiatan sudah dimulai. Pembacaan yasin dibaca bersama-sama oleh warga yang hadir. Namun sebelum itu, pihak sohibul bait (tuan rumah) telah mengirimkan doa saat ikror. Yang dibacakan oleh pemimpin yasinan.Kegiatan ini juga sebagai kirim doa untuk leluhur yang telah mendahului kita Agar para leluhur diampuni segala perbuatan dan dosa-dosanya. Mengingat ada tiga amalan yang tidak akan pernah putus saat meninggal. Salah satunya adalah doa anak yang sholeh.

Jama’ah Yasinan Rutin tingkat Desa

Setelah pembacaan yasin dilanjutkan dengan tahlil. Kehusukan Nampak terlihat dari masing-masing. Alunan istigfar bersambung berganti bacaan syahadat menirukan sang instrukur. Setelah tahlil usai ditutup dengan doa.
Kerukunan nampak terpancar dari masing-masing. Bercengkerama berbagi keluh kesah yang mereka alami. Raut wajah yang sumringah menambah keakraban. Kesederhanaan membawa kami pada guyubnya persatuan masyarakat Desa Dero.
Banyak sekali nilai-nilai yang diajarkan dalam tradisi ini. Misalkan sopan santun dengan orang yang lebih tua. Hal ini dapat terlihat bagaimana golongan muda dalam memberikan pelayanan terhadap golongan yang lebih tua. Kemudian merawat persatuan dan kesatuan. Kehadiran Kades dan perangkat desa Serta lembaga desa lainnya dan para warga sekaligus sebagai pupuk pemersatu dan menguatkan kedekatan emosional antar satu sama lain.

Sesi akhir kegiatan (Sholawatan)

Selain itu, kegiatan yang bisa dibilang keagamaan ini dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat. Tanpa merubah tatanan sosialnya. Bahkan dapat menciptakan sebuah budaya baru dan berkembang di masyarakat. Dampak nya jelas, yaitu menjaga keutuhan masyarakat.Dengan demikian, kearifan lokal “yasinan” dapat dikatakan sebagai warisan budaya non benda. Yang dapat kita pelihara dan jaga hingga anak cucu kelak. Agar keutuhan dan kebhinekaan dapat terjaga sepanjang masa.(Wo).

Share and Enjoy !

0Shares
0

0
0

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0

0
0