Sejarah Desa Dero

Setiap desa atau kelurahan atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah atau merupakan suatu kejadian dimasa lampau dan akhirnya dijadikan nama desa tersebut. Sejarah desa atau daerah  sering kali tertuang dalam dongeng – dongeng yang di wariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk di buktikan secara fakta, Dan  tidak jarang  dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang anggap keramat . dalam hal ini Desa Dero juga memiliki hal tersebut  yang merupakan indentitas dari desaini yang akan kami tuangkan dalam kisah di bawah ini.

  1. Asal Usul (Legenda) Desa Dero

Wilayah ini Dahulunya merupakan hutan belantara yang menjadi sarang penyamun terkenal sangat baik hati. Penyamun ini  hanya merampok orang – orang kaya dan pemimpin yang rakus dan penindas . Semua hasil jarahannya dibagikan kepada rakyat miskin yang tertindas, selain itu kebiasaan penyamun budiman ia sering membawa korbannya ke sarangnya yang pengap untuk dijadikan sandera,karena sering dijadikan tempat penyekap sandera maka daerah ini  masyarakat denga sebutan DERO.

  1. Asal Usul (Legenda) Desa Dero

Di salah satu wilayah Dero terdapat dusun Kaliawangon. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat ,bahwa penyamun yang baik hati itu tinggal di pinggiran kali (sungai) yang di sekitarnya banyak tumbuh wangon . sungai ini sampai sekarang merupakan penopang utama sektor pertanian desa Dero. Sungai tersebut bermuara pada sebuah mata air yang berada di kaki bukit kendeng. Sumber mata air yang bening itu dikenal denan sebutan sendang Beji. Karena daerah sekitar sungai ini dulunya banyak ditumbuhi pohon wangon, akhirnya sudah menjadi sebuah dusun yang ramai dikenal  sebagai dusun kaliwangon.

Sejak berdirinya, Desa Dero mengalami beberapa perubahan status. Dijaman pemerintahan Hindia Belanda,daerah ini dijadikan Distrik Kawedanan atau daerah pembatu Bupati untuk wilayah Ngawi Timur menurut kebijakan Belanda untuk menjadikan sebagai kawedanan adalah bentuk ucapan terima kasih kepada seorang pendekar sakti bernama SUTO NGGARIYO  Yang berhasil menaklukan penyamun yang baik hati yang sangat merersahkan Pemerintah Belanda. Dan Wedono Suto Nggariyo merupakan yang pertama memimpin Kawedanan Dero. Seiring dengan perkembangan system pemerintahan,daerah pembantu bupati di tiadakan,Dero menjadi wilayah desa yang di pimpin oleh seorang kepala desa dan dibantu seorang Sekretaris Desa untuk bidang Adminitrasi desa.

Adapun Desa Dero dibagi menjadi 4 Empat dusun, yaitu :

  1. Dusun Tegal Duwur
  2. Dusun Dero lor
  3. Dusun Kalliwangon
  4. Dusun Kidul

Para pejabat Kepala Desa Dero  semenjak berdirinya Desa Dero adalah sebagai berikut :

NO NAMA MASA JABATAN KETERANGAN
1 Karto Diwiryo/Demang Lurah Pertama
2 Reso Setono Lurah Kedua
3 Po Setono ………- 1952 Lurah Ketiga
4 Darmo Suyono 1952 – 1989 Lurah Keempat
5 Drs. Sukiman 1989 – 1998 Lurah Kelima
6 Soewanto 1998 – 2007 Lurah Keenam
7 Suyanto 2007 – 2013 Lurah Ketujuh
8 Ariyadi 2013 – 2019 Lurah Kedelapan